RADAR JEMBER - Gelombang kontroversi kembali menerpa jalannya pertandingan internasional bertensi tinggi yang melibatkan raksasa Amerika Selatan.
Keputusan korps baju hitam di atas lapangan hijau kini menjadi sorotan tajam dari para pakar ahli sepak bola dunia setelah dinilai merugikan salah satu tim secara tidak adil.
Mantan wasit Premier League, Graham Scott mengeluarkan pendapat soal kontroversi kepemimpinan François Letexier saat laga Mesir vs Argentina:
Menurut Scott,banyak keputusan François Letexier yang fatal, seperti menganulir gol Mesir.
Baca Juga: Ujian Sesungguhnya Inggris di Perempat Final: Meredam Haaland demi Tiket Semifinal
Scott menilai kontak antara Attia dan Lisandro Martínez dalam proses terjadinya gol Mohamed Ziko pada menit ke-67 merupakan kontak dalam batas kewajaran di sepak bola dan itu sangat tidak layak untuk dianggap sebagai pelanggaran.
Kejadian yang terjadi hampir 100 meter dari gawang Argentina, sehingga tim Albiceleste memiliki cukup waktu untuk kembali ke posisi bertahan untuk mengantisipasi serangan.
Karena itu, Scott memahami mengapa Mesir merasa dirugikan setelah gol tersebut dianulir tinjauan VAR.
Scott lalu melanjutkan bahwa memang ada sedikit kontak, baik kaki dengan kaki maupun tarikan singkat pada jersey, tetapi menurutnya tidak ada pelanggaran yang memenuhi ambang batas bagi VAR untuk melakukan intervensi.Menurut Scott, intervensi VAR dalam situasi tersebut merupakan tindakan yang
berlebihan dan bertentangan dengan prinsip utama VAR, yaitu hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious errors).
VAR memang selalu memeriksa fase serangan sebelum sebuah gol tercipta, termasuk momen perebutan bola, tapi agar sebuah gol dapat dianulir harus ada pelanggaran yang benar-benar jelas.
Dalam kasus ini, Scott menilai syarat tersebut tidak terpenuhi!
Scott lalu menambahkan bahwa secara umum, semakin lama jeda waktu dan semakin jauh jarak antara sebuah duel dengan gol yang tercipta, maka dugaan pelanggarannya harus semakin serius agar layak menjadi alasan pembatalan gol.
Editor : M. Ainul Budi