Radar Jember – Kemenangan telak 4-1 yang diraih Timnas Belgia atas tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dinilai sebagai bentuk "keadilan" di atas lapangan hijau.
Sentimen ini mencuat menyusul polemik dicabutnya hukuman larangan bertanding penyerang AS, Folarin Balogun, oleh FIFA sesaat sebelum laga dimulai.
Sesaat setelah Romelu Lukaku melesakkan gol penutup kemenangan di Lumen Field, Seattle, penyerang gaek tersebut langsung melakukan selebrasi provokatif dengan menempelkan tangan ke telinga di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah.
Baca Juga: Prediksi Panas Piala Dunia 2026: Adu Mekanik Messi VS Mo Salah Malam Ini, Siapa yang Bakal Terdepak?
Tak hanya di lapangan, Belgia juga melancarkan sindiran tajam di media sosial dengan mengunggah foto Lukaku bertakarir, "Overturn this."
Gelandang Belgia, Nicolas Raskin, tidak menampik bahwa kontroversi pembatalan sanksi Balogun tersebut membakar semangat juang timnya.
"Bagaimana pun selalu ada keadilan dalam hidup. Kami merasa keputusan itu tidak adil, dan mungkin hal tersebut memberi kami sedikit tambahan motivasi untuk memenangi pertandingan," ujar Nicolas Raskin.
Sebelum sepak mula, Federasi Sepak Bola Belgia sejatinya sempat melayangkan protes dan meminta klarifikasi resmi kepada FIFA.
Meski demikian, para penggawa Setan Merah menegaskan bahwa mereka tidak ingin fokusnya terpecah oleh drama di luar lapangan.
Baca Juga: Berikut Bagan Terbaru 8 Besar Piala Dunia: Cek Head to Head Belgia vs Spanyol
Magis De Ketelaere dan Rekor Unbeaten Belgia
Di bawah guyuran atmosfer Seattle, Belgia tampil jauh lebih klinis. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka menjadi 18 pertandingan berturut-turut.
Hasil ini juga mengulang memori Piala Dunia 2014, di mana Belgia mendepak Amerika Serikat di fase yang sama.
Kapten tim, Youri Tielemans, memuji kedisiplinan taktis yang ditunjukkan rekan-rekan setimnya.
"Kami bermain dengan intensitas tinggi dan kualitas yang bagus. Pertahanan kami sangat rapat, kami terus memberikan tekanan kepada lawan, dan mampu mencetak gol pada momen yang tepat," kata Tielemans.
Walau Lukaku mencetak gol penutup, panggung utama malam itu mutlak milik Charles De Ketelaere. Penyerang muda berbakat ini keluar sebagai man of the match setelah memborong dua gol. Satu gol Belgia lainnya disumbangkan oleh Hans Vanaken.
"Rasanya luar biasa bisa tampil seperti ini pada pertandingan sepenting ini. Kemenangan ini sangat berarti bagi tim dan seluruh rakyat Belgia," tutur De Ketelaere bangga.
Grafik Performa yang Terus Menanjak
Laju Belgia di Piala Dunia 2026 kali ini sebenarnya sempat terseok-seok. Pada fase grup, mereka ditahan imbang oleh Iran dan Mesir, sebelum akhirnya lolos setelah menang telak 5-1 atas Selandia Baru. Drama berlanjut di babak 32 besar saat mereka nyaris tersingkir akibat tertinggal dua gol dari Senegal sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
"Kami sebenarnya bisa tampil lebih baik pada fase grup. Namun sekarang kami berkembang, kepercayaan diri semakin meningkat, dan hasil positif membuat kami semakin yakin dengan kualitas yang kami miliki," kata gelandang Dodi Lukébakio mengenai grafik peningkatan timnya.
Baca Juga: Begini Komentar Lamine Yamal Usai Singkirkan Portugal dan Ronaldo di 16 Besar Piala Dunia 2026
Tumbal Kemenangan dan Tantangan Spanyol di Perempat Final
Kemenangan fantastis ini harus dibayar mahal dengan cederanya gelandang andalan Amadou Onana akibat benturan keras dengan Christian Pulisic pada menit ke-19.
Pelatih Rudi Garcia mengonfirmasi bahwa cedera tersebut cukup serius hingga memaksa Onana ditarik keluar lebih cepat. Menurut Garcia, tumbangnya Onana menjadi satu-satunya noda dalam malam perayaan timnya.
Di babak perempat final nanti, Belgia bakal menantang raksasa Eropa, Spanyol, di Inglewood, California. Pemenang dari laga bertabur bintang tersebut sudah ditunggu oleh Prancis atau Maroko di babak semifinal.
Menatap laga ke depan, skuad Setan Merah memilih menutup buku dari segala polemik non-teknis. Tielemans kembali menegaskan komitmen timnya untuk selalu berbicara lewat performa nyata.
"Tugas kami adalah menunjukkan lewat permainan bahwa kami datang untuk bermain sepak bola. Apa pun keputusan di luar lapangan bukan berada dalam kendali kami. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan jawaban di atas lapangan, dan itulah yang kami lakukan," tegas Tielemans.
Nada percaya diri yang tinggi juga dilemparkan oleh kiper veteran Thibaut Courtois yang mengaku sempat menertawakan kegaduhan sebelum laga dimulai.
Editor : Imron Hidayatullahh