RADAR JEMBER - Jurnalis senior Italia, Giancarlo Padovan, melontarkan kritik tajam terhadap aktivitas transfer Inter pada musim panas ini. Dalam kolomnya di Messaggero Veneto, ia menilai Nerazzurri belum mampu mengambil keputusan yang tepat di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Menurut Padovan, awal bursa transfer musim panas memang berjalan lambat karena sejumlah faktor, seperti masih berlangsungnya Piala Dunia 2026 dan banyak klub yang baru memulai era kepelatihan baru. Namun, ia menilai Inter menjadi salah satu tim yang paling dirugikan oleh situasi tersebut.
Salah satu sorotan utamanya adalah kegagalan Inter mengamankan bek muda Atalanta, Giovanni Palestra.
Padovan menjelaskan bahwa negosiasi yang semula berjalan positif berubah drastis setelah Chelsea datang dengan tawaran lebih tinggi kepada Atalanta sekaligus menggandakan nilai kontrak yang ditawarkan kepada sang pemain.
Kondisi itu membuat Inter kehilangan target yang sebelumnya diyakini hampir bergabung.
Padovan juga menyinggung kasus Nico Paz. Ia mengungkapkan bahwa setelah Real Madrid mengaktifkan klausul pembelian kembali dari Como, klub milik pengusaha Indonesia tersebut bergerak cepat menyelesaikan kesepakatan baru dengan Florentino Pérez.
Menurutnya, kekuatan finansial Como membuat klub tersebut mampu bersaing dengan tim-tim besar Italia dalam perebutan pemain.
Hal serupa disebut terjadi dalam perburuan bek Chelsea, Trevoh Chalobah. Saat klub-klub lain, termasuk Inter, masih berupaya mencapai kesepakatan dengan pemain, Como dikabarkan langsung mengajukan tawaran sekitar 25 juta euro kepada Chelsea.
Padovan menilai pendekatan tersebut menunjukkan perbedaan kemampuan finansial yang kini dimiliki klub promosi Serie A itu.
Di akhir analisanya, Padovan memberikan penilaian keras terhadap aktivitas Inter.
"Inter tidak melakukan satu pun langkah dengan benar. Mereka sudah kehilangan Denzel Dumfries tanpa memiliki pengganti yang jelas."
Baca Juga: Jurgen Klopp Sampai Berkomentar Soal Trump yang Telpon Langsung FIFA, Kebangetan?
Ia juga mengkritik sejumlah rival Serie A. Juventus disebut masih belum mendapatkan kiper, penyerang, maupun gelandang tengah yang dibutuhkan. AS Roma dinilai masih mandek dalam negosiasi untuk Mason Greenwood, sedangkan Napoli belum menunjukkan aktivitas berarti di bursa transfer.
Sebaliknya, AC Milan dianggap tampil paling agresif. Rossoneri disebut telah merekrut Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain dengan nilai sekitar 70 juta euro dan hampir menyelesaikan transfer bek Mario Gila.
Menurut Padovan, terlepas dari berbagai kritik terhadap pemilik klub Gerry Cardinale, Milan menunjukkan keseriusan dalam berinvestasi demi memperkuat skuad menghadapi musim baru.
Editor : M. Ainul Budi