Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Respek Tingkat Tinggi! Detik-detik CR7 Hentikan Pesta Portugal Demi Kenang Mendiang Diogo Jota

Maulana RJ • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:16 WIB
Ronaldo memimpin sesi foto bareng seluruh pemain Portugal, menyertakan jersey bernomor 21 milik mendiang Diogo Jota, usai Portugal menundukkan perlawanan dramatis Kroasia dengan skor 2-1. (dok. 433football)
Ronaldo memimpin sesi foto bareng seluruh pemain Portugal, menyertakan jersey bernomor 21 milik mendiang Diogo Jota, usai Portugal menundukkan perlawanan dramatis Kroasia dengan skor 2-1. (dok. 433football)

Radar Jember - Peluit panjang berbunyi di stadion. Papan skor menunjukkan angka 2-1 untuk kemenangan dramatis Portugal atas Kroasia. Di tengah gemuruh suporter yang merayakan kelolosan melelahkan ini, sebuah pemandangan tak biasa tersaji.

Tidak ada selebrasi 'Siuuu' yang ikonik. Tidak ada pesta pora liar di sudut lapangan.

​Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, langsung mengangkat kedua tangannya ke udara—bukan untuk merayakan gol, melainkan meminta rekan-rekannya dan seisi stadion untuk menurunkan tensi kegembiraan. Sesaat kemudian, Ronaldo menunjuk ke arah langit dengan mata yang berkaca-kaca.

​Malam itu, tepat satu tahun kepergian mendiang Diogo Jota. Sebuah laga yang bukan sekadar tentang taktik dan angka, melainkan tentang rasa kehilangan yang mendalam.

​Usai menenangkan gemuruh stadion, Ronaldo berjalan menghampiri kapten Kroasia, Luka Modric. Dua legenda besar yang pernah bahu-membahu merengkuh berbagai trofi megah di Real Madrid itu berpelukan erat dalam keheningan. Ronaldo paham betul, merayakan kemenangan secara berlebihan di depan sahabat lamanya yang sedang terluka akibat kekalahan adalah hal yang tidak terpuji.

​Namun lebih dari itu, atmosfer emosional malam ini sepenuhnya milik mendiang Diogo Jota. "Hari ini kami menang, tapi hati kami tetap berlubang. Kemenangan ini untuk Diogo. Dia bersama kita di atas sana," ujar Ronaldo dengan suara bergetar saat diwawancarai media selepas pertandingan.

​Sikap class act dari CR7 ini langsung diikuti oleh seluruh penggawa Selecao das Quinas. Mereka membentangkan jersey bernomor punggung milik Jota, menghadap ke arah tribun penonton yang langsung menyambutnya dengan standing ovation dan nyanyian emosional.

​Bagi publik sepak bola dunia, kehilangan Diogo Jota adalah salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah modern. Penyerang sayap yang dikenal tangguh, serba bisa, dan rendah hati ini mengembuskan napas terakhirnya tepat setahun yang lalu di usia 27 tahun akibat kecelakaan.

​Sebelum kepergiannya, Jota merupakan pilar penting di lini depan Liverpool FC. Di Anfield, ia dicintai karena etos kerjanya yang luar biasa. Sebagai bentuk penghormatan abadi atas dedikasi dan jasanya, manajemen Liverpool bahkan telah resmi memensiunkan nomor punggung 20, jersey yang pernah dipakai Jota, sebuah keputusan langka yang hanya diberikan untuk para legenda terbesar klub.

​Jota terakhir kali berseragam Timnas Portugal dalam turnamen internasional beberapa bulan sebelum kepergiannya, di mana ia mencetak gol krusial yang membawa Portugal melangkah jauh. ​Malam ini, di bawah langit Paris dan di hadapan jutaan pasang mata, Cristiano Ronaldo dan kolega membuktikan bahwa meski raga Diogo Jota telah tiada, namanya akan selalu hidup di setiap jengkal langkah Timnas Portugal.

Editor : Maulana RJ
#fifa world cup #bagan 16 besar #skema 16 besar piala dunia #cristiano ronaldo #portugal