HOUSTON, Radar Jember - Panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Utara bukan sekadar turnamen, melainkan babak akhir dari teatrikal dua pesepakbola terbesar abad ini sebagai GOAT (Greatest of All Time). Saat publik global berasumsi tanah Amerika menjadi saksi Last Dance yang romantis, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi justru menegaskan bahwa genderang perang mereka belum sepenuhnya usai.
Di usianya yang telah menyentuh 41 tahun, setiap gerak-gerik Cristiano Ronaldo terus dihakimi. Namun, sang kapten Portugal memilih membalasnya dengan cara yang paling ia pahami: gol. Usai membungkam Uzbekistan dengan dua gol dalam kemenangan telak 5-0, CR7 langsung menembakkan pesan menohok kepada para pengkritik yang mendesaknya untuk pensiun.
"Mereka bilang saya harus pensiun, tapi saya ada di sini," cetus Ronaldo pasca-laga di Houston, seperti yang dikutip jurnalis pakar transfer Fabrizio Romano melalui Times of India.
Ronaldo, yang saat ini terikat kontrak dengan Al Nassr hingga 2027, menegaskan bahwa ia menganggap desakan pensiun dari luar sebagai kebisingan belaka. Mantan winger Arsenal, Theo Walcott, sempat menyarankannya untuk segera gantung sepatu begitu mencapai target 1.000 gol ketimbang menjajal MLS (Goal). Namun, dengan torehan sejarah sebagai pria pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda, ambisi Ronaldo tampaknya belum menemui batas.
Bergeser ke kubu juara bertahan, Lionel Messi merayakan ulang tahunnya yang ke-39 di tengah kegemilangan memimpin Argentina lolos ke babak 32 besar. Menepis rumor mengenai potensi penampilannya di Piala Dunia 2030, bintang Inter Miami ini memilih bersikap pragmatis namun tetap ambisius.
"Sebenarnya saya tidak memikirkan hal itu (Piala Dunia 2030) saat ini. Kelihatannya agak jauh. Saya menjalani ini hari demi hari dan fokus pada masa kini. Saya akan terus bermain selama saya bisa berkontribusi, merasa baik secara fisik, dan membantu rekan setim," ujar Messi kepada wartawan di Texas.
Meski Messi bersikap dingin tentang tahun 2030, laporan eksklusif dari The Mirror mengungkapkan cetak biru lain yang tak kalah megah. La Pulga dikabarkan telah membidik Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai panggung swansong (laga perpisahan) yang sempurna untuk menutup karier internasionalnya bersama Albiceleste, berniat mengulang romansa medali emas Beijing 2008 miliknya di tanah Amerika Serikat.
Editor : Maulana RJ