RADAR JEMBER - Jurnalis Italia, Alfio Musmarra, menilai kegagalan Inter Milan mendatangkan Marco Palestra tidak sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan manajemen. Menurutnya, Nerazzurri kalah bersaing karena tawaran finansial Chelsea jauh lebih besar.
Berbicara di kanal YouTube pribadinya, Musmarra mengungkapkan bahwa Inter sebenarnya datang ke pertemuan dengan keyakinan dapat merampungkan transfer Palestra.
Bahkan, hingga beberapa jam sebelum tawaran Chelsea masuk, pemain muda Italia itu masih memprioritaskan kepindahan ke Giuseppe Meazza.
"Inter menawarkan sekitar 2,5 juta euro per musim, sedangkan Chelsea datang dengan proposal hampir 6 juta euro. Ketika ada klub yang menawarkan angka jauh lebih tinggi, Anda harus menerima kenyataan bahwa Serie A saat ini hanyalah liga transisi," ujar Musmarra.
Ia juga menilai banderol lebih dari 50 juta euro untuk pemain yang baru menjalani satu musim di Serie A merupakan angka yang sangat besar.
Secara pribadi, Musmarra mengaku lebih memilih menginvestasikan dana sebesar itu untuk mendatangkan gelandang berbakat Como, Nico Paz, apabila situasinya memungkinkan.
Baca Juga: Berikut Jadwal Piala Dunia 2026 versi Jam WITA Untuk Jumat 26 Juni
Lebih lanjut, Musmarra menyoroti kebutuhan Inter akan pemain berkualitas tinggi di sektor sayap kanan.
Menurutnya, ambisi berbicara banyak di Liga Champions harus diiringi dengan perekrutan pemain yang memang sudah terbukti di level tertinggi Eropa.
"Tahun lalu ada keluhan terkait performa di Liga Champions. Namun, jika Anda ingin bersaing di Liga Champions, maka Anda harus merekrut pemain kaliber Liga Champions," tegasnya.
Musmarra juga meragukan beberapa nama yang dikaitkan dengan Inter.
Ia menganggap perekrutan Dodò akan menjadi langkah berisiko, sementara Dan Ndoye dinilai belum tentu mampu menjalankan peran bertahan yang dibutuhkan dalam sistem permainan Nerazzurri.
Sebaliknya, ia menyarankan Inter untuk mencari pemain dari klub-k
ub yang telah terbiasa tampil di kompetisi elite Eropa, seperti Borussia Dortmund. Baginya, hanya dengan mendatangkan pemain yang sudah terbukti di panggung Liga Champions, Inter dapat meningkatkan level dan kembali menjadi penantang serius di Eropa.
Editor : M. Ainul Budi