Radar Jember – Duel Tunisia kontra Belanda pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026 menjadi pertarungan dua tim dengan kondisi berbeda.
Belanda datang membawa peluang besar merebut status juara grup, sedangkan Tunisia sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun. Baca Juga: Transaksi Judol Meledak di Piala Dunia: PPATK Endus Lonjakan Deposit, Taji Komdigi dan Polri Dipertanyakan
Meski demikian, laga ini tetap penting karena menyangkut gengsi dan posisi akhir klasemen.
Belanda saat ini memimpin Grup F dengan koleksi empat poin.
Tim asuhan Ronald Koeman unggul produktivitas gol atas Jepang yang memiliki poin dan selisih gol identik.
De Oranje tampil tajam setelah menghajar Swedia 5-1 pada pertandingan kedua. Sebelumnya, mereka juga mampu menahan Jepang dengan skor 2-2.
Catatan tujuh gol dalam dua laga menjadi bukti bahwa lini serang Belanda sedang berada dalam performa terbaik.
Ketajaman Belanda terlihat dari banyaknya pemain yang mampu mencetak gol.
Brian Brobbey menjadi sorotan setelah memborong dua gol saat melawan Swedia.
Selain itu, Cody Gakpo dan sejumlah pemain depan lain juga menunjukkan kontribusi signifikan.
Bek kanan Denzel Dumfries bahkan menyumbang dua assist dalam kemenangan besar tersebut.
Di sektor pertahanan, Belanda juga cukup solid. Mereka hanya kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan.
Pengalaman pemain seperti Virgil van Dijk dan Frenkie de Jong menjadi modal penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Bahkan, Belanda kini memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka di ajang Piala Dunia menjadi 14 pertandingan.
Sebaliknya, Tunisia menjalani turnamen yang jauh dari harapan.
Wakil Afrika Utara itu kalah 1-5 dari Swedia pada laga pembuka sebelum kembali tumbang 0-4 saat menghadapi Jepang.
Total sembilan gol bersarang ke gawang Tunisia hanya dalam dua pertandingan, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terburuk di fase grup sejauh ini.
Padahal sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Tunisia memiliki reputasi pertahanan yang cukup kuat.
Mereka lolos dari fase kualifikasi tanpa kebobolan satu gol pun.
Namun saat menghadapi lawan-lawan berkualitas dunia seperti Swedia dan Jepang, kelemahan dalam organisasi permainan serta minimnya kreativitas lini depan terlihat jelas.
Meski sudah tidak memiliki peluang lolos, Tunisia dipastikan tetap berjuang maksimal.
Pelatih baru Herve Renard menegaskan timnya masih membawa nama negara dan ingin menutup turnamen dengan hasil positif.
Sementara Belanda wajib meraih kemenangan demi mengamankan posisi puncak Grup F dan menghindari skenario rumit yang melibatkan selisih gol maupun fair play.
Melihat statistik dan performa terkini, Belanda jelas lebih diunggulkan.
De Oranje telah mencetak tujuh gol dalam dua laga, sedangkan Tunisia kebobolan sembilan kali dan belum meraih satu poin pun.
Jika mampu mempertahankan produktivitas lini serang, Belanda berpeluang menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan.
Namun Tunisia tetap berpotensi memberi perlawanan demi menyelamatkan harga diri sebelum meninggalkan panggung Piala Dunia 2026. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA