Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kamar Ganti Portugal Memanas, Luis Figo Semprot Pemain Muda: Sombong, Padahal Belum Raih Apa-apa!

Maulana RJ • Kamis, 25 Juni 2026 | 06:45 WIB
Legenda sepakbola Portugal, Luis Figo. (Instagram)
Legenda sepakbola Portugal, Luis Figo. (Instagram)

​LISBON, Radar Jember - Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, baru-baru ini melontarkan kritik pedas yang mengguncang ruang ganti Selecao das Quinas. Mantan bintang Real Madrid dan Inter Milan tersebut secara terbuka membela Cristiano Ronaldo, sembari menyemprot ego barisan pemain muda di tim nasional saat ini yang dinilainya mulai besar kepala.

​Dalam sebuah wawancara emosional, Figo mengonfirmasi adanya keretakan internal dan riak-riak penolakan terhadap sang megabintang. Ia menyebut ada beberapa pemain yang secara egois merasa terhambat oleh kehadiran CR7, tanpa menghargai warisan luar biasa yang telah dibangun sang kapten.

​"Sudah sangat jelas bahwa beberapa pemain memang tidak menginginkan Cristiano Ronaldo berada di tim," ujar Figo tanpa tedeng aling-aling. "Mungkin mereka merasa Ronaldo menghambat mereka, tetapi mereka lupa semua hal luar biasa yang telah ia lakukan untuk negara ini," sindir dia.

​Figo mengingatkan publik dan skuad Portugal saat ini tentang bagaimana Ronaldo muda bertransformasi menjadi tulang punggung tunggal Portugal selama lebih dari satu dekade. Saat generasi sekarang menikmati fasilitas dan nama besar timnas, Ronaldo-lah yang membangun fondasi tersebut lewat darah dan keringat.

​"Saat masih muda, Cristiano tidak membutuhkan bantuan siapa pun untuk mencetak gol. Ia sering memenangkan pertandingan seorang diri. Selama bertahun-tahun, ia memikul harapan seluruh rakyat Portugal di pundaknya," tegas pria berusia 53 tahun itu.

B​agi Figo, Ronaldo bukan sekadar pemain sepak bola, melainkan simbol dan identitas dari Portugal itu sendiri. Ia mendesak agar ruang ganti memberikan rasa hormat tertinggi di pengujung karier sang legenda.

​Lebih lanjut, Figo membandingkan atmosfer ruang ganti zaman dahulu dengan sekarang. Ia melihat ada penurunan moralitas dan rasa hormat dari para pemain muda Portugal saat ini, yang dinilainya terlalu cepat merasa puas padahal belum menyumbang trofi apa pun untuk negara.

​Ronaldo Muda: "Ketika Cristiano pertama kali dipanggil ke tim nasional, ia selalu menaruh rasa hormat yang luar biasa kepada para pemain senior," kenang Figo. "Namun sekarang, kita justru melihat beberapa pemain muda bersikap sombong. Pertanyaannya: apa yang sudah mereka capai? Belum ada!" tembak Figo telak.

​Di akhir kalimatnya, Figo menegaskan bahwa status Portugal sebagai penantang gelar juara dunia tak lepas dari magis seorang CR7. Tanpanya, Portugal mungkin tidak akan pernah dipandang di panggung dunia.

"Satu-satunya alasan mengapa kita semua percaya Portugal bisa memenangkan Piala Dunia adalah karena Cristiano Ronaldo. Ia adalah sumber inspirasi terbesar bagi semua orang," tutupnya.

Editor : Maulana RJ
#FIFA #luis figo #Piala dunia #cristiano ronaldo #portugal