Radar Jember – Megabintang sekaligus kapten utama Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, menegaskan bahwa pencapaian rekor individual sama sekali bukan menjadi prioritas utamanya.
Pernyataan tersebut terlontar setelah dirinya menjadi bintang lapangan dan kunci kemenangan telak armada Portugal atas Uzbekistan pada laga kedua babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026.
Sang kapten sukses menyumbang dua gol dalam pesta kemenangan telak dengan skor akhir 5-0, hasil yang sekaligus membawa skuad Selecao das Quinas melesat memuncaki klasemen sementara grup.
Meskipun merendah, laga kontra Uzbekistan tersebut nyatanya menempatkan Ronaldo dalam tinta emas sejarah sepak bola dunia lewat torehan beberapa rekor pribadi yang prestisius.
Ia resmi menobatkan diri sebagai pemain pertama di dunia yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Sekaligus mengukuhkan posisi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Portugal khusus di ajang Piala Dunia.
Serta meraih predikat sebagai pemain tertua yang sukses melesakkan dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
"Saya sangat bahagia. Namun bagi saya, yang paling penting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan," kata Ronaldo mengekspresikan kegembiraannya.
Baca Juga: Bellingham Ngobrol Tutup Mulut, Tapi Tak Terpantau VAR?
"Tim bermain sangat baik dan mengalami banyak peningkatan. Tentu saja, secara pribadi rekor-rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu membantu tim nasional mencapai target yang telah ditetapkan," katanya lagi sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.
Gelontoran dua gol ke jala gawang Uzbekistan tersebut seolah menjadi panggung penebusan dosa yang sempurna bagi Ronaldo.
Pasalnya, penyerang andalan klub Al-Nassr tersebut sempat panen kritik lantaran gagal mencetak gol saat Portugal ditahan imbang oleh Kongo pada laga pembuka grup.
Dalam laga penebusan ini, Ronaldo langsung membuka keunggulan Selecao saat pertandingan baru berjalan enam menit, sebelum akhirnya mengunci gol keduanya pada menit ke-39 menjelang turun minum.
Ronaldo menilai bahwa hasil positif atas Uzbekistan ini tidak sekadar penting untuk mengamankan tambahan poin kritis di papan klasemen.
Melainkan menjadi bukti sahih adanya perkembangan skema permainan yang masif dari tim asuhan pelatih Roberto Martinez.
Menurut pandangannya, Portugal terbukti mampu bangkit dengan cepat dan mempertunjukkan kualitas organisasi permainan yang jauh lebih solid jika dibandingkan dengan performa minor pada pertandingan sebelumnya.
"Seperti kata pepatah, selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan," ujar pemain yang kini telah menginjak usia 41 tahun tersebut.
Berkat kemenangan meyakinkan atas Uzbekistan, Portugal kini berhak bertengger di posisi puncak klasemen sementara Grup K dengan koleksi empat poin, unggul selisih satu angka di atas pesaing terdekatnya, Kolombia.
Hasil ini tidak hanya memperbesar peluang Portugal untuk mengamankan tiket lolos ke babak gugur, tetapi juga berhasil mengembalikan mentalitas serta kepercayaan diri tim yang sempat goyah pasca-hasil kurang memuaskan di laga perdana.
Lebih dari itu, kembalinya performa puncaknya Ronaldo dipastikan menjadi modal berharga bagi Portugal dalam menatap laga penyisihan berikutnya, di mana ketajaman sang kapten diharapkan terus konsisten membantu Selecao das Quinas melenggang mulus ke fase knockout Piala Dunia 2026.
Editor : Imron Hidayatullahh