Radar Jember – Panggung babak gugur Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Turnamen akbar ini dijadwalkan memulai fase 32 besar pada Senin, 29 Juni 2026.
Laga pembuka akan menyuguhkan duel sengit antara runner-up Grup A melawan runner-up Grup B. Meskipun persaingan di fase grup masih panjang, satu slot dipastikan sudah aman.
Tuan rumah Meksiko resmi menjadi tim pertama yang mengunci tiket lolos ke fase knockout.
Kepastian ini diraih setelah tim berjuluk El Tri itu menumbangkan Korea Selatan lewat gol tunggal Luis Romo pada Jumat, 19 Juni 2026.
Koleksi 6 poin milik Meksiko kini tidak mungkin terkejar oleh para pesaingnya karena keunggulan regulasi head-to-head.
Sebagai jawara Grup A, Meksiko dijadwalkan bertanding di Estadio Azteca, Mexico City pada Selasa, 30 Juni 2026. Mereka akan menantang salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, E, F, H, atau I.
Saat ini masih tersisa 31 slot kosong yang diperebutkan. Lawan pasti bagi Meksiko pun belum ditentukan karena pertandingan matchday kedua baru saja dimulai.
Seluruh rangkaian babak penyisihan grup ini baru akan berakhir pada Minggu, 28 Juni 2026. Laga penutup akan menyajikan duel antara Argentina vs Yordania serta Aljazair vs Austria.
Secara regulasi, total 32 tim yang berhak melaju ke fase gugur ini disaring melalui dua jalur. Jalur utama diisi oleh 24 negara yang menyandang status juara dan runner-up dari Grup A hingga L.
Sementara jalur kedua diambil dari 8 tim peringkat ketiga terbaik dari total 12 grup yang ada, sedangkan 4 tim sisanya dipastikan gugur.
Ada perbedaan mendasar pada edisi kali ini. Jika pada Piala Dunia 2022 lalu babak gugur langsung dibuka dengan fase 16 besar, kini turnamen dengan format 48 peserta ini harus dimulai dari babak 32 besar.
Hal ini otomatis menambah beban tanding para finalis. Jika biasanya mereka hanya bermain sebanyak 7 kali dari fase grup, kini mereka harus melewati total 8 pertandingan untuk bisa mengangkat trofi juara.
FIFA sendiri sudah menetapkan skema bagan fase gugur ini sejak awal tanpa melakukan sistem pengundian (drawing) ulang.
Berdasarkan aturan resmi, para juara grup cenderung akan dipasangkan dengan tim peringkat ketiga terbaik. Sebaliknya, tim runner-up akan saling bentrok dengan sesama pemilik peringkat kedua.
Format ini sengaja dirancang agar tim yang tampil impresif di fase grup diuntungkan dengan melawan tim yang lolos dengan performa kurang meyakinkan.
Berdasarkan agenda resmi FIFA, pertandingan babak 32 besar tersebar di berbagai stadion megah.
Berikut adalah jadwal pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Senin, 29 Juni 2026
Pukul 02.00 WIB: Runner-up Grup A vs Runner-up Grup B (Stadion Los Angeles)
Selasa, 30 Juni 2026
Pukul 00.00 WIB: Juara Grup E vs Peringkat 3 Grup A/B/C/D/F (Stadion Boston)
Pukul 03.00 WIB: Juara Grup F vs Runner-up Grup C (Estadio Monterrey)
Pukul 08.00 WIB: Juara Grup C vs Runner-up Grup F (Stadion Houston)
Rabu, 1 Juli 2026
Pukul 00.00 WIB: Juara Grup I vs Peringkat 3 Grup C/D/F/G/H (Stadion New York New Jersey)
Pukul 04.00 WIB: Runner-up Grup E vs Runner-up Grup I (Stadion Dallas)
Pukul 08.00 WIB: Juara Grup A (Meksiko) vs Peringkat 3 Grup C/E/F/H/I (Estadio Azteca, Mexico City)
Pukul 23.00 WIB: Juara Grup L vs Peringkat 3 Grup E/H/I/J/K (Stadion Atlanta)
Kamis, 2 Juli 2026
Pukul 03.00 WIB: Juara Grup D vs Peringkat 3 Grup B/E/F/I/J (Stadion San Francisco Bay Area)
Pukul 07.00 WIB: Juara Grup G vs Peringkat 3 Grup A/E/H/I/J (Stadion Seattle)
Jumat, 3 Juli 2026
Pukul 02.00 WIB: Runner-up Grup K vs Runner-up Grup L (Stadion Toronto)
Pukul 06.00 WIB: Juara Grup H vs Runner-up Grup J (Stadion Los Angeles)
Pukul 10.00 WIB: Juara Grup B vs Peringkat 3 Grup E/F/G/I/J (BC Place Vancouver)
Sabtu, 4 Juli 2026
Pukul 01.00 WIB: Juara Grup J vs Runner-up Grup H (Stadion Miami)
Pukul 05.00 WIB: Juara Grup K vs Peringkat 3 Grup D/E/I/J/L (Stadion Kansas City)
Pukul 08.30 WIB: Runner-up Grup D vs Runner-up Grup G (Stadion Dallas)
Berdasarkan situasi klasemen sementara hingga Jumat, 19 Juni 2026 pagi, simulasi kekuatan tim yang diprediksi lolos lewat jalur juara dan runner-up sudah mulai terlihat. Di Grup A, Meksiko diprediksi ditemani Korea Selatan. Sementara Republik Ceko dan Afrika Selatan yang baru mengemas 1 poin terancam angkat koper lebih awal.
Untuk grup lainnya, prediksinya adalah Kanada dan Swiss mewakili Grup B, serta Brasil dan Maroko dari Grup C. Di Grup D ada Amerika Serikat dan Australia, disusul Jerman dan Pantai Gading dari Grup E. Grup F meloloskan Belanda dan Jepang, sementara Grup G diwakili Belgia dan Mesir.
Selanjutnya, Spanyol dan Uruguay diprediksi melaju dari Grup H, Prancis dan Norwegia dari Grup I, serta Argentina dan Austria dari Grup J. Dua grup terakhir, yakni Grup K dan Grup L, diprediksi meloloskan Portugal, Kolombia, Inggris, dan Kroasia.
Sementara itu, peta persaingan untuk jalur peringkat ketiga terbaik memunculkan delapan negara dengan persentase peluang yang bervariasi. Bosnia & Herzegovina dari Grup B memimpin dengan peluang terbesar mencapai 58 persen. Diikuti oleh Swedia dari Grup F dengan 38 persen, Ghana dari Grup L dengan 37 persen, serta RD Kongo dari Grup K dengan peluang 29 persen.
Empat tim terbawah yang diprediksi tipis untuk lolos adalah Republik Ceko dari Grup A dengan 22 persen, disusul Turki dari Grup D serta Ekuador dari Grup E yang sama-sama mengantongi peluang 19 persen. Slot terakhir diprediksi dihuni oleh Aljazair dari Grup J dengan peluang kelolosan sebesar 18 persen.
Jika simulasi ini menjadi kenyataan, maka bagan babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan melahirkan sejumlah pertandingan besar (big match) di fase awal. Salah satu yang paling dinanti adalah duel panas sesama wakil CONMEBOL antara Argentina melawan Uruguay.
Selain itu, akan ada juga pertandingan menarik lainnya seperti Korea Selatan yang ditantang Swiss, Jerman melawan Turki, serta Belanda yang harus berhadapan dengan Maroko. Tim kuat lain seperti Brasil diprediksi bertemu Jepang, Prancis meladeni Swedia, Pantai Gading bersua Norwegia, Meksiko ditantang Ekuador, dan Inggris berhadapan dengan RD Kongo.
Bagan sisa lainnya akan mempertemukan Amerika Serikat melawan Bosnia & Herzegovina, Belgia bersua Republik Ceko, Kolombia melawan Kroasia, Spanyol ditantang Austria, Kanada berjumpa Aljazair, Portugal meladeni Ghana, serta Australia melawan Mesir. Namun, seluruh data ini masih bersifat dinamis. Perubahan hasil pertandingan di sisa laga fase grup akan mengubah peta kekuatan secara signifikan.
Editor : Imron Hidayatullahh