Radar Jember - Langkah awal Portugal di panggung Piala Dunia 2026 harus diawali dengan hasil yang kurang memuaskan. Menghadapi ketangguhan Kongo DR (Republik Demokratik Kongo), tim asuhan Roberto Martínez dipaksa berbagi angka setelah menyudahi pertandingan dengan skor imbang 1-1.
Pertandingan yang diprediksi akan menjadi milik Seleção das Quinas justru berjalan alot. Kongo DR tampil disiplin, spartan, dan sukses meredam agresivitas lini serang Portugal yang dimotori oleh sang kapten legendaris, Cristiano Ronaldo.
Meskipun Portugal mendominasi penguasaan bola, Cristiano Ronaldo tampak kesulitan mendapatkan suplai matang di lini depan. Penjagaan ketat dari lini pertahanan Kongo membuat pemain berusia 41 tahun tersebut frustrasi dan jarang mendapatkan ruang tembak.
Berdasarkan data performa yang dirilis oleh TouchlineX, Ronaldo mencatatkan statistik yang cukup mengkhawatirkan untuk ukuran penyerang tajam:
- Gol/Assist: 0 / 0.
- Tembakan Tepat Sasaran: 0
- Dribel Berhasil: 0
- Umpan Kunci (Key Passes): 0
- Sentuhan Bola: 25 kali
- Akurasi Operan: 90% (19 dari 21 operan berhasil)
- Duel Darat: 0
- Duel Udara: Menang 2 dari 3 duel
- Kehilangan Bola: 3 kali
Secara keseluruhan, Ronaldo benar-benar dibuat mati kutu dalam skema serangan Portugal kali ini. Minimnya keterlibatan di sepertiga akhir lapangan membuat CR7 tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran maupun menciptakan peluang berbahaya bagi rekan-rekannya. Satu-satunya poin positif adalah ketenangannya dalam mengalirkan bola saat turun menjemput bola, terbukti dari akurasi umpan yang mencapai 90%.
Portugal sejatinya mencoba membongkar pertahanan rapat Kongo sejak menit awal. Namun, transisi cepat dan fisik kuat yang diperagakan para pemain Kongo DR membuat aliran bola Portugal kerap patah di tengah jalan.
Skor imbang 1-1 menjadi hasil yang adil bagi kedua tim. Bagi Kongo DR, mencuri satu poin dari raksasa Eropa adalah prestasi luar biasa. Sementara bagi Portugal, hasil ini menjadi alarm keras bahwa nama besar saja tidak cukup untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Roberto Martínez memiliki PR besar untuk mengaktifkan kembali ketajaman Ronaldo di laga berikutnya.
Editor : Maulana RJ