RADAR JEMBER - Wakil Presiden Javier Zanetti mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatih Cristian Chivu yang dinilai menjadi sosok kunci di balik keberhasilan Inter meraih dua gelar pada musim 2025/2026.
Dalam wawancara bersama jurnalis Italia Fabrizio Romano, Zanetti menegaskan bahwa keputusan menunjuk Chivu sebagai pelatih merupakan langkah tepat karena mantan bek Rumania tersebut memahami nilai dan identitas klub.
"Memilih Cristian adalah keputusan terbaik. Dia bagian dari keluarga besar Inter Milan, mengenal lingkungan klub, dan memahami DNA kami. Dia mampu menularkan nilai-nilai tersebut kepada tim," ujar Zanetti.
Baca Juga: Sudah Tahu Bobrok! Xavi Tolak Mentah-mentah Tawaran AC Milan
Menurut legenda Inter itu, keberhasilan musim ini tidak datang dengan mudah.
Setelah menjalani musim sebelumnya yang berat secara fisik dan emosional, ditambah padatnya jadwal pertandingan termasuk Piala Dunia Antarklub, banyak pihak meragukan kemampuan tim untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Meski demikian, Zanetti menilai ketenangan manajemen dan kepercayaan penuh terhadap Chivu menjadi faktor utama yang membantu tim melewati masa-masa sulit.
Baca Juga: Rumor Bremer ke Inter Milan Menguat, Musmarra Minta Publik Tidak Terburu-buru Menarik Kesimpulan
"Kami mengalami beberapa momen yang tidak mudah sepanjang musim. Namun kami selalu yakin pada pekerjaan Cristian. Ketika ada dukungan dan kepercayaan, masa sulit akan berlalu dan hasil positif akan datang," katanya.
Zanetti juga menyoroti pentingnya persatuan seluruh elemen klub dalam perjalanan menuju kesuksesan musim ini. Ia menilai kerja sama antara manajemen, pemain, staf pelatih, dan suporter menjadi fondasi utama keberhasilan Inter.
"Semua pihak bersatu dengan tujuan yang sama. Setiap orang memberikan kontribusi sesuai perannya, dan pada akhirnya kami bisa merayakan pencapaian yang memang pantas diraih," tambahnya.
Mantan kapten Nerazzurri itu turut mengomentari situasi yang sempat memanas setelah Piala Dunia Antarklub, terutama terkait hubungan antara kapten tim Lautaro Martínez dan Hakan Çalhanoğlu.
Menurut Zanetti, momen tersebut justru menjadi titik balik yang memperkuat mental tim.
"Kami melihat kedewasaan para pemain. Lautaro, Çalha, dan seluruh skuad menunjukkan komitmen penuh. Klub juga memperjelas arah yang ingin ditempuh bersama Chivu. Dari situlah musim hebat ini mulai terbentuk," ungkapnya.
Editor : M. Ainul Budi