RADAR JEMBER - Partai politik terbesar di Italia mengajukan mosi untuk membatalkan penjualan San Siro kepada Inter Milan dan AC Milan, menyusul penyelidikan terhadap situasi stadion tersebut.
Setelah lebih dari satu dekade pembahasan panjang yang diwarnai berbagai proyek yang diajukan, dibatalkan, diajukan kembali, dan direvisi, kedua klub akhirnya merampungkan pembelian lahan di sekitar Stadio Giuseppe Meazza di kawasan San Siro, Milan.
Baca Juga: Bournemouth Siapkan Tawaran Menarik untuk Boyong Luis Henrique dari Inter Milan
Kesepakatan senilai €200 juta itu diselesaikan pada November 2025, dengan rencana pembangunan stadion baru di area yang saat ini digunakan sebagai tempat parkir.
Setelah proyek tersebut berjalan, stadion lama direncanakan untuk dirobohkan atau direnovasi.
Namun, masa depan San Siro kembali berada dalam ketidakpastian setelah kantor dewan kota Milan digeledah oleh polisi keuangan Italia.
Baca Juga: Chelsea Dapat Lampu Hijau Dapat Kiper Baru AS Roma Ini
Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan atas dugaan pengaturan tender dan kolusi.
Partai Fratelli d’Italia, yang merupakan partai Perdana Menteri Giorgia Meloni sekaligus oposisi di pemerintahan kota Milan, merespons situasi tersebut dengan mengajukan mosi untuk membatalkan penjualan San Siro dan mendesak pengunduran diri Wali Kota Giuseppe Sala.
Sejak awal, partai tersebut memang menentang penjualan stadion dan lebih memilih opsi renovasi terhadap stadion yang ada, meski langkah itu dinilai sangat sulit dilakukan mengingat kedua tim harus tetap bermain dengan jadwal padat setiap tiga hari.
Editor : M. Ainul Budi