Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dominasi Merah Hitam AC Milan: Sejarah Panjang Derby Milan dan Catatan Kelam Inter Milan dalam 7 Laga Terakhir

M. Ainul Budi • Senin, 9 Maret 2026 | 16:05 WIB

Derby Milan
Derby Milan

RADAR JEMBER - Rivalitas antara AC Milan dan Inter Milan bukan sekadar pertandingan sepak bola; ini adalah panggung sejarah yang telah mementaskan ribuan drama sejak pertama kali bergulir pada tahun 1908.

Namun, memasuki periode tahun 2026 ini, peta kekuatan di Kota Mode tampak mengalami pergeseran yang signifikan.

Sorotan tajam kini tertuju pada skuad Nerazzurri (Inter Milan) yang tengah menghadapi kutukan dalam rentetan pertemuan bertajuk Derby della Madonnina.

Catatan Merah Inter: 7 Laga Tanpa Kemenangan

Statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi kubu Inter Milan. Dalam tujuh pertandingan terakhir melawan AC Milan di berbagai kompetisi, Inter tercatat tidak pernah meraih kemenangan.

Dominasi Taktik Rossoneri: AC Milan berhasil menemukan formula yang tepat untuk meredam agresivitas Inter, baik melalui serangan balik cepat maupun pertahanan yang solid.

Faktor Psikologis: Kegagalan meraih poin penuh dalam tujuh laga beruntun menciptakan tekanan mental tersendiri bagi pemain Inter setiap kali menginjakkan kaki di rumput San Siro untuk menghadapi sang rival sekota.

Efektivitas Lini Depan: Dalam periode ini, lini serang AC Milan tampil jauh lebih klinis dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun di mulut gawang.

Menoleh Sejarah: Awal Mula Perpecahan

Rivalitas ini lahir dari rahim yang sama.

AC Milan didirikan terlebih dahulu pada 1899, namun karena adanya ketidaksepakatan mengenai penggunaan pemain asing, sekelompok anggota memisahkan diri dan membentuk Inter Milan pada 1908. Sejak saat itu, Milan terbagi menjadi dua:

Baca Juga: Ramos Ikut Senang Luka Modric Bungkam Inter Milan, Hadir Langsung Tonton AC Milan di San Siro

AC Milan: Secara historis didukung oleh kelas pekerja (Casciavit).

Inter Milan: Secara tradisional mewakili kelas menengah atas (Bauscia).

San Siro: Saksi Bisu Kejayaan dan Air Mata

Kedua tim berbagi stadion yang sama, namun dengan jiwa yang berbeda. Stadion ini dikenal sebagai San Siro oleh pendukung AC Milan, sementara fans Inter lebih sering menyebutnya Stadion Giuseppe Meazza. Di tempat inilah, sejarah mencatat momen-momen emas mulai dari era Catenaccio hingga era sepak bola modern yang serba cepat.

Editor : M. Ainul Budi
#san siro #inter milan #Derby #ac milan