RADAR JEMBER - Kemenangan 3-2 Inter Milan atas Juventus FC seharusnya menjadi sajian laga besar yang bisa dinikmati sepenuhnya.
Namun, perhatian publik justru lebih banyak tersedot pada kontroversi keputusan wasit.
Kami memahami bahwa wasit bisa saja melakukan kesalahan. Itu bagian dari sisi manusia dalam sepak bola. Namun, yang menjadi persoalan adalah penerapan VAR yang menurut kami belum optimal.
Alih-alih meningkatkan rasa keadilan, penggunaan VAR yang terasa terbatas dan tidak konsisten justru memunculkan perdebatan baru.
Kartu merah kontroversial yang diterima Kalulu jelas berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
Kalulu kartu merah itu yang membuat laga seakan berjalan tak menarik.
Bermain dengan sepuluh pemain dalam laga sepenting ini bukan hal sepele.
Dampaknya bisa memengaruhi hasil akhir, kondisi mental tim, bahkan perjalanan musim.
Selain itu, konsistensi dalam menilai setiap insiden juga menjadi sorotan.
Ketika ada momen yang dinilai luput atau diperlakukan berbeda, publik tentu akan mempertanyakan standar yang digunakan.
Situasi seperti ini mudah memicu ketegangan dan memperbesar polemik.
Yang cukup disayangkan, kejadian semacam ini kerap terjadi di Serie A hampir setiap pekan.
Sudah saatnya regulasi terkait VAR dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi demi menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi.
Editor : M. Ainul Budi