RADAR JEMBER - Penutupan bursa transfer musim dingin justru membuat pelatih Lazio, Maurizio Sarri, lebih gelisah dibandingkan saat pasar masih terbuka.
Dari sudut pandangnya, Lazio keluar dari periode transfer ini dalam kondisi melemah. Kepergian Guendouzi tidak diimbangi dengan pemain pengganti sepadan, sementara para pemain muda yang direkrut belum dianggap sebagai tambahan yang siap pakai.
Situasi ini diperparah dengan bertahannya Alessio Romagnoli yang, alih-alih memberi stabilitas, justru menimbulkan dampak psikologis.
Sang bek tampak kehilangan semangat dan dinilai sudah memikirkan kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang. Di sisi lain, masih menjadi tanda tanya bagaimana reaksi Presiden Claudio Lotito terhadap pernyataan agen Enzo Raiola.
Namun, manajemen Lazio memiliki pandangan yang bertolak belakang. Seperti dilaporkan Corriere dello Sport, klub mengklaim telah mencapai dua target utama sekaligus: finansial dan teknis.
Lazio mencatatkan pemasukan dan keuntungan penjualan pemain yang signifikan, melakukan peremajaan skuad dengan pemain muda berbakat, serta berhasil memangkas beban gaji secara drastis.
Dalam kerangka perencanaan jangka panjang tersebut, Lazio juga telah mengamankan beberapa pemain bebas transfer yang akan bergabung pada Juli mendatang, termasuk Alfonso Pedraza dan Diogo Leite.
Hari terakhir bursa transfer berlalu tanpa kejutan besar. Satu-satunya aktivitas adalah perekrutan pemain muda asal Slovenia, Blaz Kovac, yang diproyeksikan untuk sektor akademi.
Isu kepindahan Davide Frattesi tidak pernah berkembang menjadi negosiasi nyata, mengingat biaya tinggi, tidak adanya sinyal positif dari Inter, serta hubungan yang kurang harmonis antara kedua klub.
Akibatnya, Sarri harus menerima kenyataan tanpa pengganti alami Guendouzi dan tanpa gelandang bertahan murni. Ia terpaksa mengadaptasi Basic, sambil mengandalkan opsi lain seperti Dele-Bashiru dan Belahyane.
Di lini tengah, peran pengatur permainan tetap dipercayakan kepada Cataldi dan Rovella. Sementara itu, di sisi kiri pertahanan, peluang bermain untuk Taylor semakin besar, dengan Przyborek dipandang sebagai investasi jangka panjang klub.
Editor : M. Ainul Budi