radar jember - Musim ini AC Milan kembali jadi sorotan berkat aktivitas transfer yang tepat sasaran.
Dari sekian banyak pergerakan, dua nama langsung mencuri perhatian, mereka adalah Luka Modric dan Adrien Rabiot.
Kehadiran mereka tidak hanya menambah kualitas, tapi juga menghadirkan keseimbangan sempurna di lini tengah Rossoneri.
Luka Modric – Maestro di Lini Tengah
Kedatangan Luka Modric musim ini menjadi kejutan besar.
Meski sudah berusia 40 tahun, kualitasnya sama sekali tidak pudar.
Kontrol permainan: Membawa pengalaman, visi, dan distribusi bola yang menenangkan di lini tengah Milan.
Konsistensi: Memberikan stabilitas dalam mengatur tempo, terutama di laga-laga besar Serie A.
Statistik awal musim 2025/26: 455 menit, 1 gol (vs Bologna), 1 assist, akurasi passing di atas 90%.
Rekor khusus: Menjadi gelandang tertua yang mencetak gol dan assist untuk Milan di Serie A.
Dengan Modric, Milan mendapatkan “otak” permainan yang selama ini dirindukan sejak era Andrea Pirlo.
Adrien Rabiot – Tenaga Kuda di Tengah
Transfer Adrien Rabiot terbukti jadi langkah cerdas.
Gelandang Prancis ini membawa kombinasi fisik, stamina, dan keberanian duel yang membuat lini tengah Milan lebih bertenaga.
Box-to-box presence: Mampu membantu bertahan sekaligus aktif dalam penyerangan.
Keunggulan duel udara & fisik: Memberikan dimensi berbeda, terutama dalam permainan keras Serie A.
Dia menjadi motor di lini tengah meski belum mencatat gol atau assist.
Dengan Rabiot, Milan punya pemain yang bisa jadi penggerak sekaligus penyeimbang tim.
Editor : M. Ainul Budi