radar jember - Rumor panas datang dari tiga pemain senior AS Roma yang terancam hengkang pada bulan Juni.
Proyek “garis hijau” yang diterapkan Roma pada bursa transfer musim panas lalu tidak berhenti hanya sebagai tren sementara: ia terus berdenyut dengan kekuatan yang lebih besar.
Rata-rata usia skuad kini turun dari hampir 27 menjadi 25,8 tahun, dengan wajah-wajah baru yang langsung memberi warna: Wesley (21), El Aynaoui (24), Ferguson (20), Ghilardi (22), dan Ziolkowski (20). Pergeseran ini semakin kentara setelah kepergian dua veteran, Hummels dan Paredes, yang menutup sebuah bab pengalaman panjang.
Baca Juga: KOCAK! Presiden Lazio Sebut AS Roma dan Inter Milan Berada di Lubang Neraka, KOK BISA?
Kontrak dan Persimpangan Jalan
Namun, setiap proyek regenerasi selalu menimbulkan ketegangan di titik keseimbangan antara masa depan dan masa lalu.
Menurut Il Corriere dello Sport, tiga kontrak akan habis pada Juni mendatang—dan masing-masing mencerminkan dilema berbeda.
- Lorenzo Pellegrini, mantan kapten yang tak kunjung menemukan pelabuhan baru di musim panas, kini masih menjadi kartu dalam tangan Gasperini begitu ia pulih dari cedera.
Baca Juga: AS Roma Pilih Latihan Tertutup Jelang Derbi vs Lazio, Ini Alasannya Gasperini
- Paulo Dybala, dengan gaji tinggi dan peran yang krusial tetapi rapuh secara fisik, menuntut evaluasi mendalam beberapa bulan ke depan.
- Stephan El Shaarawy, yang berkali-kali menunjukkan kesetiaan tanpa syarat, kembali siap “menandatangani cek kosong” hanya demi tetap berseragam Roma.
Proses yang Tak Terhindarkan
Tiga “senator” inilah yang paling berisiko meninggalkan Trigoria di akhir musim, membuka jalan bagi proses peremajaan yang diinginkan Gasperini dan keluarga Friedkin.
Sebuah proses yang bukan hanya soal menurunkan rata-rata usia, tetapi juga soal mengukir identitas baru: Roma yang lebih muda, lebih lapar, namun tetap berutang pada sejarah dan simbol yang harus mereka tinggalkan.
Editor : M. Ainul Budi