radar jember - Pelatih baru AS Roma Gasperini punya strategi baru untuk memanfaatkan pemainnya yang ada.
Salah satunya striker Manu Kone. Mantan pelatih Atalanta itu dikenal cukup apik dalam meracik penyerang lini depan.
Menurut Gasperini Kone adalah profil ideal untuk filosofi permainan Gasperini: dinamis, multifungsi, dan memiliki naluri taktis tinggi.
Ia mampu berperan sebagai gelandang bertahan, tetapi juga punya fleksibilitas untuk naik membantu serangan, mengatur tempo, dan menekan lawan dari lini kedua.
Satu aspek yang mungkin masih perlu diasah adalah kontribusinya dalam mencetak gol.
Meski bukan keunggulan utamanya, kemampuannya dalam fase akhir serangan bisa menjadi nilai tambah yang krusial.
Ia bisa menahan bola dengan tenang, atau meledak cepat dalam transisi.
Gaya bermainnya seolah membuka kemungkinan baru bagi skema yang dikenal intens dan cair ala sang pelatih asal Piedmont.
Tak heran jika La Gazzetta dello Sport menyandingkannya dengan Ederson, pilar penting Atalanta di bawah Gasperini.
Kini, Roma memiliki versi mereka sendiri—lebih muda, lebih eksplosif, dan sarat potensi.
Pada usia 24 tahun, Koné memiliki ruang besar untuk berkembang, dan di bawah bimbingan seorang maestro seperti Gasperini, potensi itu bisa menjelma menjadi kekuatan nyata di panggung Eropa.
Editor : M. Ainul Budi