radar jember - Tijjani Reijnders baru saja diresmikan Manchester City sebagai rekrutan barunya beberapa hari lalu.
Mantan gelandang pilar AC Milan ini pun siap bermain di Liga Inggris bersama Pep Guardiola di City.
Namun, baru-baru ini dalam sebuah wawancara, gelandang timnas Belanda ini merasa tak nyaman.
Kakak dari Eliano Reijnders ini pun memberikan komentar lugas dan tegas. Dirinya diduga merasa tak nyaman ketika dibanding-bandingkan dengan Kevin de Bruyne di lini tengah City nanti.
“Saya tidak datang ke Manchester City untuk menggantikan Kevin De Bruyne,” tegas Tijjani Reijnders. “Saya harus memainkan permainan saya sendiri.” ujarnya, seperti dikutip dari ESPN.
Tapi bukan berarti ia menutup mata terhadap sang maestro. Reijnders, gelandang elegan asal Belanda, adalah pelajar sejati di lapangan.
Ia menyerap kejeniusan dari berbagai pemain, dan dari De Bruyne, ia mengambil satu pelajaran paling krusial: bagaimana membaca permainan sebelum bola datang.
"Cara dia memindai lapangan, umpan-umpan yang ia kirim... itu luar biasa," tambahnya.
Dan dari sanalah Reijnders mulai membentuk versinya sendiri — bukan salinan, tapi evolusi.
Bukan bayangan De Bruyne, tapi potensi bintang yang mencoba menciptakan cahayanya sendiri di bawah sorotan Etihad.
Editor : M. Ainul Budi