Radar Jember - AC Milan menutup musim 2024/25 dengan kemenangan 2-0 atas Monza, namun hasil tersebut dibayangi oleh aksi protes besar dari kelompok ultras Curva Sud.
Dalam aksi yang mengguncang San Siro, ribuan tifosi menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap manajemen klub dan menyerukan kembalinya legenda klub, Paolo Maldini.
Sebelum pertandingan, ribuan suporter berkumpul di depan markas klub, Casa Milan, membawa spanduk bertuliskan "Ritorna a casa Capitano" atau "Pulanglah, Kapten"—sebuah seruan emosional yang ditujukan kepada Maldini, yang dipecat dari posisi direktur teknik pada 2023.
Aksi ini dilanjutkan dengan pawai menuju San Siro, di mana para suporter memasuki stadion dan meninggalkannya secara massal pada menit ke-15 pertandingan, meninggalkan tribun kosong sebagai simbol protes terhadap manajemen klub.
Dalam pernyataan resmi, Curva Sud menyebutkan bahwa protes ini ditujukan kepada pemilik klub Gerry Cardinale dan RedBird Capital Partners, serta para eksekutif seperti Chairman Paolo Scaroni, CEO Giorgio Furlani, penasihat senior Zlatan Ibrahimović, dan direktur teknik Geoffrey Moncada.
Mereka menilai bahwa keputusan-keputusan yang diambil oleh manajemen telah menjauhkan klub dari identitas dan kejayaannya.
Menanggapi protes tersebut, CEO Giorgio Furlani mengakui adanya kekecewaan di kalangan suporter.
"Di antara para penggemar kami ada kekecewaan, penyesalan, kemarahan, dan frustrasi—semua perasaan yang juga kami rasakan," ujarnya kepada DAZN sebelum pertandingan.
Aksi protes ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam dari para tifosi terhadap arah yang diambil klub.
Seruan untuk kembalinya Paolo Maldini menunjukkan keinginan suporter agar klub kembali ke nilai-nilai dan identitas yang telah lama melekat pada AC Milan.
Dengan tekanan yang semakin meningkat, manajemen klub dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan para penggemar dan membawa Rossoneri kembali ke jalur kejayaan.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza