Radar Jember - AC Milan tengah menghadapi badai dari dua arah, yakni protes keras dari Curva Sud Milano dan potensi kehilangan gelandang andalan, Tijjani Reijnders, yang kini menjadi incaran serius Manchester City.
Kekecewaan mendalam terhadap performa tim dan arah manajemen klub memicu aksi protes dari kelompok ultras Curva Sud Milano.
Dalam pertandingan melawan Monza, mereka merencanakan aksi simbolik dengan memasuki San Siro selama 15 menit pertama sebelum meninggalkan tribun, meninggalkan stadion dalam keheningan yang mencolok.
"Untuk semua penggemar Milan yang peduli dengan masa depan klub kita, berkumpul di Casa Milan pukul 17.00 pada Sabtu sore sebelum pertandingan Milan-Monza. Partisipasi maksimal dibutuhkan dari semua penggemar Rossoneri," tulis pernyataan resmi Curva Sud.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes sebelumnya, termasuk meninggalkan tribun selama 15 menit pertama dalam pertandingan melawan Lazio, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub dan kinerja tim.
Di tengah gejolak internal, AC Milan juga dihadapkan pada potensi kehilangan Tijjani Reijnders.
Gelandang asal Belanda ini tampil impresif dengan mencetak 15 gol dalam 53 penampilan musim ini, menarik perhatian Manchester City yang tengah mencari pengganti jangka panjang untuk Kevin De Bruyne.
Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Reijnders dan siap mengajukan tawaran resmi sebesar €70 juta.
Namun, AC Milan menilai sang pemain dengan harga sekitar €90 juta, mencerminkan pentingnya Reijnders dalam proyek jangka panjang klub.
Situasi ini menempatkan AC Milan di persimpangan jalan. Di satu sisi, tekanan dari suporter menuntut perubahan dan perbaikan kinerja tim.
Di sisi lain, godaan finansial dari penjualan pemain kunci seperti Reijnders bisa membantu restrukturisasi skuad, namun berisiko kehilangan kualitas di lapangan.
Dengan musim yang mengecewakan dan ketidakpastian di berbagai aspek, keputusan-keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah masa depan Rossoneri.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi