RADAR JEMBER - Persib Bandung saat ini dihuni oleh 12 pemain asing, sebuah angka yang secara signifikan melebihi batas kuota resmi yang telah ditetapkan oleh I.League selaku operator kompetisi Super League 2026-2027.
Menanggapi situasi penumpukan legiun asing tersebut, juru taktik Persib, Igor Tolic, menegaskan bahwa dirinya tengah menggodok opsi dan formula terbaik demi kebaikan bersama.
Jika dibedah, komposisi pemain asing Maung Bandung saat ini terbilang sangat gemuk di setiap lini.
Baca Juga: Juventus Tertarik dengan Retegui, Juga Ajukan Tawaran untuk Nicolas Jackson
Di sektor pertahanan, Persib mengantongi empat bek tengah asing sekaligus, yaitu Patricio Matricardi, Julio Cesar, Gabriel Mutombo, dan Danijel Loncar.
Beralih ke lini tengah, tim kebanggaan Bobotoh ini memiliki tiga gelandang mancanegara, yakni Gakuto Notsuda, Luciano Guaycochea, serta Berguinho.
Sementara di barisan depan, lini gedor Persib disesaki oleh lima penyerang asing berkelas, mulai dari Uilliam Barros, Mariano Peralta, Luka Menalo, Ramon Tanque, hingga Balsa Sekulic.
Baca Juga: Negosiasi Luis Henrique ke AS Roma Makin Rumit, Inter Milan Tetap Patok Harga €30 Juta
Banyaknya agenda kompetisi yang bakal dilakoni Persib musim depan memaksa Tolic untuk menyusun strategi matang terkait kedalaman skuadnya.
Pasalnya, Persib dijadwalkan bakal tampil di dua ajang domestik, yaitu Super League dan League Cup, serta dua kompetisi bergengsi tingkat internasional, yakni ASEAN Club Championship (ACC) dan AFC Champions League Two (ACL 2).
“Ada banyak aturan dan banyak kompetisi, sementara aturan juga terus berubah. Kami mengetahui regulasinya dan kami tahu situasi yang kami miliki,” kata Tolic.
Tolic memastikan bahwa manajemen dan tim pelatih sedang membereskan regulasi terkait kelebihan kuota tersebut tanpa memicu kepanikan di internal tim.
“Kami sedang menyelesaikan situasi tersebut, tidak ada kekhawatiran dari siapa pun. Kami tahu apa yang sedang kami lakukan dan berusaha menemukan pilihan terbaik bagi semuanya, baik untuk klub maupun para pemain,” tuturnya.
Editor : M. Ainul Budi