RADAR JEMBER - Skuad Persida Sidoarjo babak belur di babak 16 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
Mereka tak sekali menang dalam tiga laga yang digelar di Stadion Jember Sports Garden.
Kalah 2-1 dari Persid Jember. Lalu seri 0-0 atas Perseba Bangkalan. Dan laga terakhir menyerah 1-2 dari PSMP Mojokerto.
Apesnya lagi, pemain Persida mengeluh bermain tanpa adanya gaji. Bak jatuh tertimpa tangga, skuad Laskar Jenggolo ini bermain dengan tidak dibayar.
Informasi yang dihimpun, sebanyak 27 pemain sepak bola Persida Sidoarjo mengeluh sudah lebih dari satu tahun, gaji mereka per Desember 2024 belum dibayar oleh pengurus baru PSSI Sidoarjo tahun 2025.
Keluhan sudah disampaikan ke pengurus baru, namun hingga sekarang tidak dibayar dengan alasan karena anggaran tahun 2025 sudah close.
Tholip, selaku mantan asisten manajer Persida dan pengurus lama Askab PSSI Sidoarjo 2024 mengatakan keluhan pemain yang gaji Desember 2024 belum dibayar sudah didengar Bupati Subandi dan langsung memberi dana kepada pengurus baru PSSI tahun 2025 Rp 1,8 miliar untuk membayar kekurangan gaji pemain Persida bulan Desember 2024 Rp 45.500.000.
"Namun hingga tutup tahun 2025 gaji pemain bulan Desember 2024 tetap tak dibayarkan," katanya, Minggu (25/1/2026).
Lantaran terus didesak pemain, akhirnya Tholip menyampaikan keluhan tersebut ke mantan Ketua Askab PSSI Sidoarjo Budi Basuki.
Mendapat laporan keluhan pemain Persida, akhirnya Budi Basuki memanggil semua pemain Persida yang gaji bulan Desember 2024 belum terbayar.
"Pada tahun 2025, para mantan pemain itu menyampaikan keluhan dan curhat kepada saya, selaku mantan Ketua Askab. Mereka menyampaikan bahwa anggaran tahun 2025 sudah ditutup (close) sehingga tidak memungkinkan lagi dilakukan pembayaran melalui mekanisme organisasi.
Baca Juga: Kerusuhan Liga 4 Jatim, Persid Jember Dijatuhi Denda Rp20 Juta dan Dua Laga Kandang Tanpa Penonton
Sebagai mantan pengurus dan atas dasar empati serta rasa prihatin, saya memahami bahwa para pemain telah bekerja keras, berlatih, bertanding, dan mengeluarkan tenaga serta keringat. Oleh karena itu, saya mengambil inisiatif pribadi dengan menggunakan uang pribadi untuk menyelesaikan kekurangan gaji tersebut.
Total dana yang saya keluarkan kurang lebih Rp45.500.000 (empat puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) untuk membayar gaji para pemain sebanyak 27 atlet," tegas Budi Basuki di kantornya, Minggu (25/1/2026) sore.
Editor : M. Ainul Budi