KEPATIHAN, Radar Jember – Banyak pemain sepak bola yang bakatnya sudah terlihat sejak usia dini.
Namun tidak sedikit pula pemain yang sempat menonjol saat kecil justru tenggelam ketika memasuki usia remaja. Perubahan lingkungan pergaulan hingga menurunnya konsistensi latihan sering menjadi penyebab grafik perkembangan pemain ikut merosot.
Pemilik Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Mas 1978 Alex Oktandoko mengatakan, dalam pembinaan pemain usia dini memang kerap terlihat anak-anak yang memiliki kemampuan menonjol sejak awal.
Namun potensi tersebut tidak selalu bertahan hingga mereka beranjak dewasa.
“Di sepak bola itu sering terlihat pemain yang sudah menonjol sejak kecil. Tapi saat masuk usia remaja kadang grafiknya menurun,” katanya.
Menurut dia, fase remaja sering menjadi titik kritis bagi perkembangan pemain. Banyak pemain yang sebelumnya menonjol di usia sekolah dasar, tetapi mulai kehilangan konsistensi ketika memasuki jenjang SMP.
“Banyak yang ketika masuk usia SMP konsistennya menurun, ini yang paling berpengaruh ke penurunan grafik,” ujarnya.
Alex menjelaskan, inkonsistensi tersebut biasanya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan lingkungan pergaulan hingga berkurangnya intensitas latihan.
Jika pemain tidak mampu menjaga disiplin dan komitmen, maka kemampuan yang sebelumnya terlihat menonjol bisa saja tidak berkembang.
Sebaliknya, pemain yang mampu menjaga konsistensi latihan cenderung menunjukkan perkembangan lebih stabil.
Biasanya kemampuan pemain mulai terlihat semakin jelas saat memasuki usia 15 hingga 17 tahun.
“Kalau pemain tetap konsisten berlatih, biasanya mulai kelihatan potensinya untuk menjadi pemain profesional di usia 15 hingga 17 tahun,” katanya.
Lebih jauh, SSB Putra Mas telah berdiri sejak 1978 dan membina pemain dari kelompok usia U-7 hingga U-17. Dalam pembinaan usia dini, Alex menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar seperti dribbling, passing, dan shooting sebagai fondasi permainan.
Selain teknik, pelatih juga harus mampu mengenali kelebihan masing-masing pemain. Menurut Alex, tidak semua pemain unggul dalam hal yang sama.
Ada yang memiliki kecepatan, postur tubuh tinggi, atau kemampuan teknik yang lebih baik.
“Kelebihan pemain itu harus ditemukan dan diasah. Kalau tidak dilatih dengan porsi yang tepat, ya kemampuan pemain akan berhenti di situ saja,” tegasnya. (yul/dwi)
Editor : M. Ainul Budi