Radar Jember - Tim sepak bola putra Jember menutup kiprahnya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 dengan catatan manis.
Bertanding dalam perebutan medali perunggu, Jember sukses menundukkan Kota Kediri dengan skor ketat 3-2, kemarin (30/6/2025), di Stadion Kahuripan, Kabupaten Malang.
Laga yang berlangsung sengit itu menunjukkan mental baja skuad muda Jember.
Meski sempat tertinggal lebih dulu, mereka mampu bangkit dan menyegel kemenangan dramatis lewat gol penalti di menit ke-90.
"Anak-anak tampil luar biasa, totalitas sampai titik darah penghabisan. Ini pembuktian bahwa Jember juga bisa bersinar di luar kandang," ujar Asisten Pelatih Jember, Bilibig Dian Mahrus, usai pertandingan.
Jember sempat tertinggal 0-1, namun berhasil menyamakan skor lewat gol Radit pada menit ke-41.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Harapan untuk unggul di babak kedua, nyatanya buyar.
Sebab, di awal babak kedua, Kota Kediri kembali unggul.
Tapi semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh pemain Jember.
Mereka membalas dengan satu gol penyama, lalu mengunci kemenangan lewat eksekusi penalti dari Nur di penghujung laga.
"Penalti menit 90 benar-benar jadi penentu. Nur tenang, dan dia sukses jadi pahlawan," tambah Bilibig.
Menariknya, meski tak membawa pulang medali emas, Jember tetap puas dengan performa anak asuhnya.
"Evaluasi khusus tidak ada. Mereka sudah bermain all-out. Kami harap, setelah ini ada klub profesional yang melirik. Porprov ini memang jadi etalase bakat," tegasnya.
Sebelumnya, di semifinal Jember harus mengakui keunggulan Kota Surabaya dengan skor tipis 0-1.
Kekalahan itu sempat menyesakkan, namun berhasil ditebus dengan raihan medali perunggu.
Raihan membuktikan bahwa tim sepak bola Jember tidak hanya jagoan di kandang tapi juga tandang.
Sebab, pada Porprov Jatim 2022 Jember sebagai tuan rumah meraih medali emas, namun di Porprov Jatim 2023 justru tidak dapat medali.
Sementara, pesepak bola putri Jember justru menelan kekalahan pada laga perebutan medali perunggu.
Jember tunduk 2-1 atas Lamongan, Sabtu (28/6). (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh