KHAS: Satu unit rumah apung di wisata Kampung Kerapu, Situbondo sudah selesai dibangun. (Habibul Adnan/RaBa)

JawaPos.com – Satu unit rumah apung sudah selesai dibuat. Beberapa unit lainnya akan segera menyusul. Kemudian, rumah berbahan kayu itu nanti akan dijejer di tengah laut di lokasi wisata Kampung Kerapu sebagai tempat melepas penat.

IKLAN

Wakil Bupati Yoyok Mulyadi mengaku, saat ini rumah apung sudah selesai dibangun satu unit. ”Kalau sudah selesai seratus persen, nanti dibawa ke tengah laut,” katanya.

Yoyok mengaku, rumah apung tersebut disediakan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai Kampung Kerapu. Pengunjung bisa bermalam dengan dikenakan jasa sewa. ”Layaknya hotel di tempat wisata. Cuma bedanya, di wisata Kampung Kerapu hotelnya di tengah laut,” tambahnya.

Yoyok menerangkan, konsep rumah apung sudah disampaikan ke Pemprov Jatim. Dia mengatakan, Gubernur Khofifah meminta pihaknya untuk mengembangkan konsep tersebut. ”Nanti kemungkinan di event Jatim Night Specta tanggal 19 Oktober akan dilihat gubernur,” terangnya.

Ke depannya, direncanakan untuk membuat beberapa rumah apung lagi. Yoyok menerangkan, untuk pembangunannya memang belum dianggarkan di APBD tahun 2020. ”Nanti kita cari sumber anggaran yang lain. Kita targetkan sepuluh atau belasan unit rumah apung berjejer di tengah laut,” imbuhnya.

Dalam pandangannya, ini akan menjadi nilai tarik sendiri terhadap objek wisata yang ada di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, itu. Sebab, kata Yoyok, sampai sekarang belum ada wisata yang menawarkan konsep tempat bermalam di tengah laut. ”Sehingga sangat layak dijual untuk mendatangkan wisatawan,” pungkasnya.

(bw/bib/als/JPR)