Meluber hingga Atas Jembatan, PKL Kepatihan Semakin Parah

KIAN NGAWUR: Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Kepatihan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates nekat menggelar barang hingga ke atas jembatan Gladak Kembar (depan masjid). Padahal, satpol PP siaga kawasan padat lalu lintas tersebut.

KALIWATES – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pasar Kepatihan, Jalan Ahmad Yani semakin hari semakin parah. Bahkan, mereka banyak yang menggelar barang dagangan, hingga meluber ke atas jembatan Gladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.  Padahal, lokasi pasar sendiri, sesungguhnya lumayan jauh ke sisi utara (sekitar 200 meter).

IKLAN

Rupanya, para PKL inilah yang tidak tertampung di dalam pasar Kepatihan. Sehingga mereka nekat jualan di luar, bahkan di pinggri jalan raya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, awalnya para PKL yang berjualan di bahu jalan aspal depan Pasar Kepatihan ini masih bisa diitung dengan jari. Tetapi puasa ini, tiap hari PKL semakin bertambah banyak. Bukan hanya menempati jalan aspal depan pasar, mereka meluber ke sisi selatan (arah lampu merah Gladak Kembar).

Parahnya lagi, para PKL ini rata-rata jualan sayur dan lombok, kelapa serta bawang. Sehingga menambah kotor kawasan tersebut.  ”Mereka memilih menggelar dagangan di tengah jembatan Gladak Kembar. Mulai sisi utara jembatan hingga depan masjid. Biasanya, PKL enggan pergi sebelum ada petugas Satpol PP datang. Mereka baru pergi setelah ada petugas datang,” kata Husnah, 45, warga Jalan Letjen Suprapto, Kebonsari, kemarin.

Itupun –saat petugas datang– mereka macak tidak tahu kalau ada satpol PP. ”Mereka baru pergi setelah Satpol PP mendekat,” lanjutnya.

Padahal, menurut Husnah, tiap hari jembatan Gladak Kembar sisi barat selalu padat kendaraan. Karena jalur tersebut merupakan jalur ramai, yang dilewati kendaraan dari Jalan Letjen Panjaitan dan kendaraan yang dari arah Jalan Letjen Suprapto. ”Pengendara yang melintas di jalan A. Yani juga padat,” jelasnya.

Kondisi diperparah dengan banyaknya parkir kendaraan roda empat (pikap) milik PKL, serta tempat parkir roda dua yang juga milik Wiljo yang berbelanja.

Pantauan koran ini, Satpol PP Kabupaten Jember datang untuk menertibkan biasanya pukul 06.00. Memang, awalnya PKL hanya berjualan di depan pasar saja. Tetapi lama-lama meluber ke jembatan Gladak Kembar. (jum/hdi)

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :