Bulan Inklusi Keuangan, BRIsyariah Ajak Siswa SMP Giat Menabung

EDUKATIF: Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar menyosialisasikan budaya giat menabung sejak usia dini pada siswa SMPN 1 Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiap Oktober diperingati bulan inklusi keuangan. Memanfaatkan momentum itu, BRIsyariah mengadakan sosialisasi pada siswa di SMPN 1 Jember, kemarin (29/10). Mereka diajak untuk gemar menabung. Secara khusus, pada Oktober, BRIsyariah bakal menggelar program Board of Director (BOD) Mengajar yang bertujuan mengajak masyarakat giat menabung.

IKLAN

BRIsyariah sebagai salah satu lembaga jasa keuangan syariah di Indonesia juga turut berupaya mewujudkan target yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Oktober, OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan menyentuh angka 75% pada tahun 2019. Sementara itu, tingkat literasi keuangan ditargetkan bisa mencapai 35%.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar mengatakan, sosialisasi budaya giat menabung sejak usia dini penting dilakukan, termasuk pada siswa SMP. “Menabung itu penting untuk masa depan dan harus dibiasakan sejak kecil,” ujarnya.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar saat mengisi sosialisasi.

Menurut Alun, banyak keuntungan yang didapat dari menabung di bank. Tak hanya memiliki simpanan yang bisa digunakan saat dibutuhkan, tapi juga mengajari untuk mengatur keuangan. Apalagi, generasi muda saat ini sudah bisa menikmati layanan perbankan yang serba mudah akibat digitalisasi. “BRIsyariah sebagai salah satu bank syariah di Indonesia sudah menyediakan kemudahan transaksi untuk nasabah tersebut,” paparnya.

Dahulu, kata dia, untuk bertransaksi, orang harus datang ke kantor bank. Lalu muncul mesin ATM yang memungkinkan nasabah bertransaksi di luar bank. Berikutnya, nasabah makin dimudahkan dengan adanya mesin EDC yang bisa menerima transaksi via kartu di berbagai tempat. Sekarang, berbagai transaksi keuangan bisa dilakukan di gawai dengan koneksi internet.

Disrupsi ini, dia menambahkan, membuat semua pihak berlomba-lomba mencari teknologi terkini yang bisa diaplikasikan. “Tugas generasi muda adalah membuat temuan-temuan tersebut,” tutur Alun.

Selain menyampaikan pentingnya menabung, Alun juga mengajak siswa SMPN 1 Jember untuk mempersiapkan masa depannya dengan matang. Sebab, kata dia, masa depan penuh tantangan. Jika generasi muda tidak memiliki skill yang cukup, bisa jadi tidak siap. “Seperti yang dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, generasi muda wajib menguasai bahasa Inggris, coding dan pemrograman, kepemimpinan, dan mampu menganalisis data, serta psikologi,” paparnya.

Lebih jauh Alun menjelaskan, generasi muda juga harus paham pentingnya big data, dari transaksi electronic money, sehingga penyedia jasa bisa menganalisis selera pasar. Data tersebut akan diolah untuk memproyeksikan tren di masa yang akan datang. “Jadi, sangat penting bagi generasi muda untuk paham,” lanjut Alun, yang disambut antusias oleh siswa.

Sebagai penutup, Alun menyerahkan bantuan dari BRIsyariah kepada SMPN 1 Jember berupa fasilitas pendidikan. “Semoga bantuan ini berguna untuk memajukan pendidikan,” pungkasnya.

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih