246 Kali Ngantor di Desa, Layani 150.884 Dokumen Akta Kependudukan

Bupati Jember dr Hj Faida MMR

RADARJEMBER.ID – Pembenahan demi pembenahan terus dilakukan merespons keluhan masyarakat terkait layanan Dispendukcapil. Saat rapat paripurna di gedung dewan, Bupati Jember dr Hj Faida MMR sempat menjelaskan panjang lebar terkait layanan Dispendukcapil dan pembenahan yang dilakukan.

IKLAN

Bupati Faida menjelaskan, pelayanan administrasi kependudukan melalui Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Jember yang di launching tanggal 18 Agustus 2018, telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat akan arti pentingnya Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Jember. Salah satunya melalui program pelayanan Secepat- cepatnya Mesti Jadi (SEMEDI).

“Pada program SEMEDI ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember memberikan Pelayanan seluruh Dokumen Kependudukan yang langsung cetak dan langsung jadi serta diterima saat itu juga oleh masyarakat,” ujarnya.

Adapun Pelayanan SEMEDI tersebut, kata Faida, meliputi  Pengajuan Pencetakan KTP-elektronik ada 3 Loket, durasi waktu 5 menit; Pengajuan Pencetakan KIA ada 1 Loket, durasi waktu 1 menit,  Pengajuan Perpindahan Penduduk ada 1 Loket, durasi waktu 12 menit; Pengajuan Revisi KK ada 2 Loket, durasi waktu 5 menit;
“Sedangkan pencetakan Akta Kelahiran ada 2 Loket, durasi waktu 7 menit. Dan pengajuan Kutipan 2, Catatan Pinggir ada 1 Loket, durasi waktu 7 menit;” paparnya.

Sedangkan untuk pengajuan Pencatatan Akta Perkawinan, Perceraian, Kematian ada 1 Loket, durasi waktu 7 menit. Sementara pengajuan Legalisir Dokumen Kependudukan ada 1 Loket, durasi waktu 5 menit;

“Untuk pelayanan Informasi Kependudukan ada 2 Loket, durasi waktu 5 menit dan pelayanan Perekaman KTP-elektronik ada 1 Loket dengan durasi waktu 12 menit,” ungkapnya.

Masih menurut Faida, masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan yang terintegrasi antar Loket tanpa harus mengambil nomor antrian baru dengan istilah pelayanan Three In One (3 In 1).
“Gerakan Indonesia Sadar Adminduk ( GISA ) setelah di launching mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa, sehingga animo masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan secara mandiri sangat tinggi,” ujarnya. Hal ini terlihat dari hasil pelayanan Admindukcapil.

Inilah data layanan kependudukan saat diaampaikan Bupati Faida di rapat paripurna:

1. Cetak KTP-elektronik : 5.838 dokumen;
2. Perekaman KTP-elektronik : 1.031 dokumen;
3. Pelayanan Kartu Identitas Anak ( KIA ) : 3.549;
4. Pelayanan Surat Pindah : 422 dokumen;
5. Pelayanan Kartu Keluarga ( KK ) : 3.565 dokumen;
6. Pelayanan Informasi Kependudukan : 3.662 dokumen;
7. Pelayanan Legalisir Dokumen Kependudukan : 1.278 dokumen;
8. Pelayanan Akta Kelahiran : 1.277 dokumen;
9. Pelayanan lain :502 dokumen

Faida menambahkan, total Pelayanan cetak langsung Dispendukcapil Kabupaten Jember selama 30 hari dari 18 Agustus 2018 sampai dengan rapat paripurna mencapai 22.300 dokumen kependudukan.

“Sehingga rata-rata setiap hari Dispendukcapil melayani cetak dokumen langsung rata-rata diatas 1.100,” ujarnya. Dijelaskan, Pelayanan Admindukcapil hari Senin s/d Kamis dibuka mulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB, hari Jumat dibuka pukul 08.00 s/d 14.00 WIB dan hari Sabtu dibuka pukul 08.00 s/d 12.00 WIB. Namun realitanya pukul 07.15 WIB loket pelayanan sudah dibuka, dan pemohon bergulir datang selesai silih berganti tanpa ada seorangpun yang ditolak dalam Pelayanan tersebut (apabila persyaratan pemohon lengkap).

“Masyarakat sangat senang dengan adanya cetak langsung dan dokumen dapat diterima pada saat itu juga. Dispendukcapil menambah tenda dan kursi untuk masyarakat yang sedang antri/menunggu pelayanan,” ujarnya.

Selain dilayani di Kantor Dispendukcapil Jl. Jawa, kata Faida, program SEMEDI ini juga dilaksanakan di Gallery Mall Roxy dengan Pelayanan All Day (Seluruh hari kerja dan libur, dimulai pukul 10.00 s/d 21.00 WIB).

“Sejak dibukanya pelayanan SEMEDI, Dispendukcapil juga memberikan Pelayanan Ngantor Di Desa, Perekaman di Sekolah-Sekolah sebanyak 18 SMA/SMK dengan hasil pelayanan 5.250 siswa,” ungkapnya. Termasuk On The Spot bersinergi dengan OPD yang lain, dan melaksanakan Program TRS (Tim Rujukan Sosial) bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Layanan Dispendukcapil yang selalu memprioritaskan bagi kaum difabel, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Selain itu, kata Faida,  Dispendukcapil juga membuka layanan melalui website, media sosial, dan WA center sebagai tempat pengaduan masyarakat. “Upaya pelayanan Dispendukcapil melalui kegiatan melayani masyarakat melalui kegiatan ngantor di desa dari bulan Juli sampai dengan Desember 2017 sebanyak 57 kali dengan hasil pelayanan sebanyak 79.649 dokumen,” paparnya.

Sedangkan untuk tahun 2018 dari bulan Januari sampai dengan saat ini sebanyak 189 kali ngantor di desa dengan hasil pelayanan sebanyak 71.235 dokumen. Sehingga total pelayanan ngantor di desa adalah 246 kali dengan hasil pelayanan sebanyak 150.884 dokumen.

Terkait pendistribusian dokumen tersebut, kata Faida, terbagi dengan cara sebagai berikut:
1. Melalui Pendopo express diantar sampai ke rumah satu per satu :41.136 dokumen;
2. Melalui kegiatan pasar murah di kecamatan bersinergi dengan Disperindag langsung dibagikan kepada masyarakat yang diundang sebelumnya saat kegiatan: 37.240 dokumen (23,98%) yang sudah diambil pada kegiatan tersebut;
3. Distribusi langsung di desa/ kelurahan se-Kabupaten Jember sampai dengan saat ini: 65.320 dokumen (42,05%), masyarakat diundang ke kantor desa dan kelurahan;
4. Diambil langsung ke Kantor Dispendukcapil oleh masyarakat: 11.630 dokumen (7,49%).

“Dari 126.384 Print Ready Record (PRR), telah tercetak menjadi KTP elektronik sebanyak 126.000, dan yang belum tercetak sebanyak 384 atau 0,30%. Dari 193.945 Surat Keterangan,saat ini sudah tercetak sebanyak 193.000, menjadi KTP elektronik dan masih tersisa 945 atau 0,49%,” ujarnya.

Sedangkan jumlah anak usia 0-18 tahun yang sudah memiliki akta kelahiran adalah 672.008 atau 93,13% dan KIA yang telah tercetak 597.765 atau 93%.

Faida menambahlan, untuk percepatan pelayanan, Dispendukcapil sudah menambahkan peralatan baru berupa :
1. 7 Printer data card yang mempunyai kegunaan multifungsi untuk pencetakan KTP elektronik dan KIA;
2. 12 PC Komputer;
3. 12 Printer dan 5 scanner;
4. 3 Mobile enrollment untuk pelayanan perekaman keliling.

“Kepada masyarakat yang datang ke Dispendukcapil adalah sebagai wujud kesadaran masyarakat akan arti pentingnya dokumen kependudukan dan pencatatan sipil,” ujarnya Faida menjelaskan, kantor Dispendukcapil memang berlokasi di tengah tengah antara kampus, sekolah, perkantoran, pertokoan, serta pedagang kaki lima, sehingga seringkali kemacetan pada jam-jam sibuk.

“Ruang pelayanan dan ruang parkir Dispendukcapil kurang memadai dengan jumlah pemohon yang antusias untuk mendapatkan pelayanan cetak langsung dari Dispendukcapil yang memberikan pelayanan Admindukcapil dengan mudah, cepat dan dokumen dapat diterima langsung oleh pemohon tanpa dan pungutan biaya sepeserpun/gratis,” ujarnya (wnp)

Reporter :

Fotografer :

Editor :