Palu Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur Rugikan Persebo

SHOLIKUL HUDA/RADAR IJEN MERUGI: Keputusan Komdis PSSI Jawa Timur yang mengeluarkan Persikapro Probolinggo dari liga 3 merugikan Persebo Muda Bondowoso.

RADARJEMBER.ID– Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan putusan mengeluarkan Persikapro Probolinggo dalam grup G Liga 3 Zona Jatim. Sebab Persikapro tidak mendatangi beberapa kali laga. Yakni saat melawan Klub Suryanaga Connection, Klub Persid Jember dan terakhir klub Persebo Muda Bondowoso.

IKLAN

Yang disayangkan Persebo Muda, Komdis tidak hanya mengeluarkan, namun juga meniadakan poin terhadap pertandingan sebelumnya. Hal itu sangat merugikan Persebo  Muda Bondowoso.

Manajer Persebo Bondowoso Marsuki mengatakan, pihaknya lagi-lagi dirugikan aras keputusan komdis. Jika sebelumnya Komdis memberikan denda kepada Persebo Muda karena dianggap tidak hadir melawan Persid Jember, kini komdis meniadakan seluruh poin saat melawan Persikapro. “Padahal pada leg pertama, kami berhasil mencuri poin penuh melawan Persikapro, yakni 1-0,” tegasnya.

Dia mengkritisi, keputusan Komdis PSSI Jatim tidak mendasar dan lucu. Sebab tidak diatur dalam regulasi. Ditambah keputusan Grup G yang tidak berhak memperebutkan juara 3 terbaik. “Itu kan lucu, mestinya dijelaskan dalam regulasi, ini tidak ada di regulasi,” jelasnya.

Dijelaskannya, keputusan itu dianggap tiba-tiba muncul. Sebab tidak ada dalam regulasi awal Liga 3 PSSI Jatim 2018. Bagi Persebo Muda Bondowoso, keputusan tersebut sangat merugikan. Belum lagi keputusan yang menyangkut denda saat Persebo menolak bertanding dengan Persid karena ada pemain terluka diserang oleh suporter di Stadion JSG Jember.

Dalam hal keputusan komdis memberi denda Rp 45 juta, tim Persebo Muda Bondowoso masih berusaha keberatan. Sebab keputusan itu tidak sesuai dengan fakta. Bukannya Persebo Muda tidak datang dan menolak bertanding, namun Persebo Muda datang dan karena mobil yang membawa pemain diserang suporter dan sampai ada yang terluka, maka Persebo Muda Bondowoso menolak bertanding. “Saat ini masih kami komunikasikan, harapan kami Komdis PSSI bisa mencermati kondisi kami saat itu,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Assprov Jatim Amir Burhanuddin saat dikonfirmasi radarjember.id mengatakan, keputusan yang dikeluarkan Komdis PSSI Jatim semuanya berdasarkan regulasi. “Ada dasarnya, jadi yang dihukum berupa diskualifikasi, dikeluarkan dari grup, tidak hadir, semua ada dasarnya,” ujarnya.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Fotografer : Sholikhul Huda
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :