Gusdurian Malang Serukan Tolak Ujaran Kebencian dan Hoaks

PESAN PERDAMAIAN: Komunitas Gusdurian Malang gelar kongkow tentang Islam damai untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.

MALANG RADARJEMBER.ID – Pesan perdamaian menjadi tema sentral dalam nuansa perayaan kemerdekaan yang digagas oleh sekumpulan anak muda Malang yang mengidolakan pemikiran KH Abdurrahman Wahid. Mereka menggelar kongkow bareng dan dialog interaktif dengan tema “Anti Radikalisme untuk Generasi Millenial” di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

IKLAN

Kongkow tersebut menghadirkan beberapa intelektual muda, salah satunya adalah Ach. Dhofir Zuhri, rektor Sekolah Tinggi Filsawat (STF) AL-Farabi Malang. “Narasi Islam damai harus terus dikembangkan, karena saat ini banyak contoh kekerasan dengan aktor penting di dalamnya adalah umat Islam,” tutur pria yang juga alumnus Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini.
Untuk menyebarkan Islam damai, salah satu perhatian pentingnya adalah kewaspadaan terhadap berkembangnya pesan-pesan kekerasan di media sosial. “Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk menolak pesan-pesan provokatif yang banyak tersebar di media sosial. Ujaran kebencian disertai berita bohong (hoaks) ini bisa mengancam bangsa kita,” tutur Rio Ardin, koordinator komunitas GUSDURian Malang.
Acara kongkow tersebut sengaja menyasar generasi muda dengan harapan mendorong peran aktif generasi muda dalam menciptakan perdamaian bangsa. “Generasi millenial yang menjadi aktor penting dalam perkembangan teknologi ini, diberikan ruang untuk bediskusi dengan menyampaikan segala aspirasinya dalam agenda tersebut,” imbuh Dyah Monika Sari, koordinator perempuan Gusdurian Malang.

Reporter : Adi Faizin
Fotografer : Dyah Monika Sari for radarjember.id

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :