Pendakian Argopuro Ditutup, Cegah Kebakaran karena Banyak Tanaman Mengering

RADARJEMBER.ID- Para pencinta alam yang memiliki jadwal mendaki ke Gunung Argopuro harus rela menunda dahulu. Sebab, jalur pendakian ke kawasan itu ditutup sejak kemarin (10/8). Alasannya, dikhawatirkan terjadi kebakaran karena rumput yang mulai mengering.

IKLAN

“Ditutup sampai waktu yang belum ditentukan,” kata Setyo Utomo, Kepala Bidang KSDA Wilayah IIII Jember. Kata dia, penutupan pendakian itu berdasarkan surat edaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kebakaran.

Ditambahkan, Gunung Argopuro memiliki ketinggian 3.088 meter dari permukaan laut (Mdpl). Penutupan kawasan suaka margasatwa dataran tinggi yang itu terletak di Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.

Kondisi saat ini, kata dia, banyak penumpukan bahan bakar potensial berupa tanaman bawah yang mengering. Untuk itu, kawasan ditutup guna mengurangi risiko kebakaran. “Sebab, kalau ada yang mendaki dan mereka merokok, bisa kebakaran,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, ketika mendaki biasanya ada aktivitas bakar api unggun. Hal itu cukup membahayakan kawasan. “Nanti baru dibuka setelah dilakukan evaluasi, kalau masih ada yang mendaki, ditunggu sampai turun. Yang jelas, sudah tidak bisa masuk,” paparnya. Untuk itu, pihaknya tidak memberikan izin pendakian bagi para pencinta alam ataupun peneliti.

Kawasan suaka margasatwa dataran tinggi yang  merupakan salah satu kawasan konservasi dengan luas 14.177 hektare itu merupakan kawasan yang dikelola oleh  dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Pihaknya mengimbau kepada pendaki untuk mematuhi rekomendasi tersebut dan tidak melakukan pendakian secara liar tanpa meminta izin BKSDA. Sebab, bisa berdampak pada kerusakan alam. Apalagi, di sana terdapat flora dan fauna yang dilindungi.

Beberapa kawasan yang menjadi target para wisatawan atau pendaki di kawasan itu meliputi savanna Sikasur, puncak Rengganis, puncak Argopuro, dan Taman Hidup. Para pengunjungnya pun terus meningkat setiap tahun.

2015 lalu, terdapat 3.259 pengunjung dari dalam negeri. Tahun 2016 mencapai 2.609 pengunjung dan 12 wisatawan luar negeri. “Tahun 2017 paling banyak, mencapai 8.799 pengunjung,” pungkasnya.

Reporter : Bagus Supriadi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :