Sinta Nuriyah Prihatin Nasib Bangsa

Sholikhul Huda/Radar Ijen BERI PENCERAHAN: Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid saat memberikan ceramah di Pendapa Bupati Bondowoso, kemarin.

BONDOWOSO – Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berbuka bersama anak yatim dan lansia di Pendapa Bupati Bondowoso, kemarin (4/6). Istri almarhum Gus Dur ini memberikan pencerahan tentang semangat ber-Pancasila. Bahwa saat ini banyak hoaks yang mengakibatkan rakyat tercerai-berai.

IKLAN

Hj Sinta Nuriyah mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga keindonesiaan yang berlandaskan Pancasila. Ada lima sila yang harus diamalkan. Dasar Pancasila itulah yang kemudian menjadi landasan antarumat beragama ini rukun, hidup berdampingan, dan saling gotong-royong di Indonesia. “Banyak suku, banyak agama, namun semua tinggal di bumi Indonesia, maka kita semua bersaudara,” jelasnya.

Ketika sudah bersaudara, maka tidak boleh bermusuhan. Tidak boleh menghujat, tidak boleh saling membunuh, dan tidak boleh saling berebut. Di atas landasan Pancasila, maka harus menumbuhkan sikap bersaudara. Saling menghormati, saling menghargai, dan saling tolong-menolong.

Semua itu, kata Hj Sinta Nuriyah, semakin terkikis. Sebab, banyak fitnah bertebaran, banyak berita bohong yang ditebar di media sosial. Paling menyakitkan adalah adanya bom yang diledakkan di berbagai daerah dan sampai memakan korban jiwa. “Kenapa bisa terjadi? Karena rakyat Indonesia sudah kehilangan hati nurani,” tegasnya.

Nilai-nilai kebangsaan sudah tercabik-cabik. Ikatan persaudaraan yang dulu dibangun pendiri bangsa sekarang sudah longgar. Maka, menjadi tugas semua lini, tugas semua tokoh, tugas semua pejabat untuk kembali merapatkan barisan yang longgar tersebut. “Benang-benang nilai kebangsaan mulai tercerabut. Jika tidak dilawan, maka akan mengancam keutuhan negara,” paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, acara itu bersamaan dengan pembagian santunan anak yatim dan lansia. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Amin Said Husni, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, tokoh lintas agama, GUSDURian, Kodim, Kejaksaan, dan pengurus Baznas Bondowoso. Setelah ceramah, seluruh tokoh menikmati santap buka puasa di pendapa bupati. (hud/mgc/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :