CSR Warga Jugosari Dijanjikan Cair Hari Ini

Warga Jugosari for RAME BLOKADE: Kondisi sepekan lalu saat warga Jugosari memblokade akses jalan yang biasa dilalui armada truk pasir. Penutupan dipicu tunggakan CSR yang sejak beberapa bulan terakhir belum diberikan.

PASIRIAN – Hari ini warga Jugosari akan melakukan pertemuan susulan dengan empat perwakilan perusahaan pasir usai penutupan akses jalan oleh warga sepekan lalu. Dalam pertemuan ini, warga dijanjikan akan memperoleh pelunasan tunggakan dari CSR (corporate social responsibility) atau dana sosial dari perusahaan pasir yang beroperasi di wilayah tersebut.

IKLAN

Pertemuan yang akan dilangsungkan hari ini merupakan hasil kesepakatan dari pertemuan awal Selasa (29/5) lalu. Saat muncul gejolak warga yang berbuntut penutupan akses jalan ke areal tambang. Hari itu, warga sepakat membuka blokade jalan tambang setelah kedua belah pihak menggelar pertemuan di rumah Kepala Desa PAW Jugosari, Mahmudi.

Miskadin, salah seorang perwakilan warga, kepada Jawa Pos Radar Semeru kemarin menuturkan, titik poin yang membuat warga sepakat untuk membuka blokade jalan lantaran perwakilan dari empat perusahaan pasir yang datang berjanji akan mencairkan tunggakan dana CSR Selasa (5/6) hari ini dalam pertemuan susulan. “Mereka berjanji akan mencairkan tunggakan CSR, makanya kami buka lagi jalurnya,” ucap Miskadin.

Menurut dia, toleransi hingga hari ini merupakan batas akhir yang diberikan warga. Jika ternyata pengusaha pasir masih ingkar, pihaknya akan kembali memortal jalan menuju tambang dan tidak akan mau lagi diajak berunding. ”Ini titik akhir kesabaran warga,” imbuhnya.

Miskadi menyebut, ada sekitar Rp 390 juta tunggakan dana CSR yang belum terbayarkan. Dua perusahaan pasir menunggak sejak April kemarin. Sementara dua lainnya sama sekali belum membayar CSR terhitung sejak Februari 2018. “Sebenarnya ada lima perusahaan pasir yang rutin lewat Jalan Jugosari ini. Tapi yang satu pembayarannya lancar hingga hari ini,” kata Miskadin menambahkan.

Ada 300 KK lebih warga Jugosari yang tercatat sebagai sasaran SCR tambang pasir. Proses alokasi dana sosial tersebut dilewatkan melalui badan pengelola yang diambilkan dari unsur warga. Hitung-hitungan pembagiannya sebagaimana kesepakatan warga dan para manajemen perusahaan pasir yang rutin menggunakan Jalan Jugosari. Tiap satu truk pasir yang melintas wajib menyetor Rp 15 ribu ke dalam dana CSR.

Dari Rp 15 ribu dana yang disetor, per KK hanya mendapatkan Rp 5 ribu saja. Sementara Rp 5 ribu masuk kas desa. Sisanya, Rp 3 ribu menjadi hak pengurus Badan Pengelola CSR. Dan yang Rp 2 ribu dikumpulkan sebagai dana bantuan sosial (bansos). “Dana bansos ini diberikan sebagai santunan kepada warga yang sedang mengalami musibah, misal sakit atau keluarganya meninggal,” terang Miskadin. (was/c1/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :