Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BACA JUGA : Gelar Wisuda Akbar, Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Inovasi Kampus
Dosen Psikologi Unmuh Jember, Rya Wiyafti Linsiya, menyampaikan, ada beberapa cara penting yang wajib untuk dilakukan. Pertama yakni peran orang tua. Memang yang paling penting dari perspektif keluarga yakni orang tua. Jadi, orang tua berperan besar dalam membentuk perilaku anak.
Pertama khususnya tentang moralitas. Orang tua perlu menanamkan moralitas sejak dini, mengajarkan mana yang baik dan buruk, kemudian mencontohkan. Hal demikian harus dimulai sejak dini. “Mereka akan tahu batasan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” ungkapnya.
Kedua, selain memberikan edukasi moral kepada anak dan remaja, tentunya paling penting untuk memberikan pengawasan. Meski sudah diberi penanaman moral, tetap harus diawasi dan harus dikontrol. “Bagaimana memberikan batasan kepada anak,” ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Jember.
Menurutnya, pada usia dini dan sekolah, kontrol dari orang tua sangat kuat. Tapi, saat di usia remaja memang kadang susah untuk dikontrol. Di usia remaja, banyak yang bisa menggunakan gawai (gadget) sendiri. Tapi, memang peran orang tua itu penting, ketika berbicara dan komunikasi dengan anak terkait masalah-masalah yang terjadi saat ini. Itu nantinya akan menjadi pemicu nalar remaja. “Jadi, mereka bisa menalar mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” jelasnya.
Kemudian, yang terakhir yakni ada kaitannya dengan edukasi teknologi dan dampaknya terhadap perilaku. Baik untuk remaja maupun orang tua. Supaya mereka bisa waspada dan bisa menghindari hal yang tidak boleh dan boleh untuk dilakukan. Menurutnya, ketika mereka tidak memiliki pengetahuan akan hal itu, maka merekan akan melakukan hal yang ia tonton dan risikonya adalah mencontoh hal tersebut. “Jadi, memang edukasi terhadap dampak perilaku anak, terutama teknologi yang sifatnya negatif, itu sangat perlu diberikan terhadap orang tua dan anak itu sendiri,” pungkasnya. (mg3/c2/nur)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



