Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Dampak Buruk Gadget

S
Penulis: Safitri❯
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tidak dimungkiri, dunia digital saat ini merupakan salah satu kebutuhan hidup segala usia. Akses jelajah juga sangat mudah untuk membuka keran dampak buruknya. Untuk menghindari anak dan remaja terjerumus dalam dampak buruk dari teknologi, perlu kiat khusus untuk mengatasinya.

BACA JUGA : Gelar Wisuda Akbar, Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Inovasi Kampus

Dosen Psikologi Unmuh Jember, Rya Wiyafti Linsiya, menyampaikan, ada beberapa cara penting yang wajib untuk dilakukan. Pertama yakni peran orang tua. Memang yang paling penting dari perspektif keluarga yakni orang tua. Jadi, orang tua berperan besar dalam membentuk perilaku anak.

Pertama khususnya tentang moralitas. Orang tua perlu menanamkan moralitas sejak dini, mengajarkan mana yang baik dan buruk, kemudian mencontohkan. Hal demikian harus dimulai sejak dini. “Mereka akan tahu batasan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” ungkapnya.

Kedua, selain memberikan edukasi moral kepada anak dan remaja, tentunya paling penting untuk memberikan pengawasan. Meski sudah diberi penanaman moral, tetap harus diawasi dan harus dikontrol. “Bagaimana memberikan batasan kepada anak,” ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, pada usia dini dan sekolah, kontrol dari orang tua sangat kuat. Tapi, saat di usia remaja memang kadang susah untuk dikontrol. Di usia remaja, banyak yang bisa menggunakan gawai (gadget) sendiri. Tapi, memang peran orang tua itu penting, ketika berbicara dan komunikasi dengan anak terkait masalah-masalah yang terjadi saat ini. Itu nantinya akan menjadi pemicu nalar remaja. “Jadi, mereka bisa menalar mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Kemudian, yang terakhir yakni ada kaitannya dengan edukasi teknologi dan dampaknya terhadap perilaku. Baik untuk remaja maupun orang tua. Supaya mereka bisa waspada dan bisa menghindari hal yang tidak boleh dan boleh untuk dilakukan. Menurutnya, ketika mereka tidak memiliki pengetahuan akan hal itu, maka merekan akan melakukan hal yang ia tonton dan risikonya adalah mencontoh hal tersebut. “Jadi, memang edukasi terhadap dampak perilaku anak, terutama teknologi yang sifatnya negatif, itu sangat perlu diberikan terhadap orang tua dan anak itu sendiri,” pungkasnya. (mg3/c2/nur)

 

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Mahal Belum Tentu Cocok, Ini Cara Memilih Smartphone Sesuai Kebutuhan agar Tak Menyesal Setelah Membeli

Mahal Belum Tentu Cocok, Ini Cara Memilih Smartphone Sesuai Kebutuhan agar Tak Menyesal Setelah Membeli

Konsumen diimbau memilih smartphone berdasarkan kebutuhan spesifik harian ketimbang gengsi merek atau harga tinggi agar terhindar dari pemborosan fitur.

iPhone 17 vs iPhone 16 untuk Bikin Konten, Mana yang Lebih Layak Dipilih?

iPhone 17 vs iPhone 16 untuk Bikin Konten, Mana yang Lebih Layak Dipilih?

Ulasan perbandingan fitur kamera, perekaman Dual Capture, dan fleksibilitas vlogging antara iPhone 17 dan iPhone 16 untuk kebutuhan kreator konten.

Tak Perlu Tunggu iPhone 18! Ini 5 Alasan Kenapa Beli iPhone 17 Sekarang Justru Lebih Untung

Tak Perlu Tunggu iPhone 18! Ini 5 Alasan Kenapa Beli iPhone 17 Sekarang Justru Lebih Untung

Ulasan 5 alasan teknis dan ekonomis mengapa membeli iPhone 17 berlayar 120Hz dan memori 256GB sekarang lebih menguntungkan dibanding menunggu iPhone 18.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer