alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

TAG

Sayuran

Gerbas Tani Dorong Kestabilan Harga Sayur

Peresmian Gerakan Belanja Sayur di Lahan Petani (Gerbas Tani) di Kedungrejo, Rowokangkung, yang sedianya dijadwalkan awal bulan ini, dibatalkan. Namun, hal tersebut tidak membuat antusiasme masyarakat menurun. Masyarakat sekitar hingga luar daerah juga tetap datang. Bersama keluarga, mereka membawa tas kantong besar untuk belanja sejumlah jenis sayuran.

Sayuran Dimaklumi, Sengon dan Tebu Dibabat

Risiko menanami tumbuhan di sedimen sungai makin diabaikan warga. Mereka berdalih memanfaatkan lahan kosong. Meski telah ada imbauan dan tindakan penertiban dari pemerintah, warga tetap ngeyel. Sayuran dan bunga ditanam kembali.

Dulu Dibuang, Kini Idaman

Kubis menjadi sayuran yang banyak diperbincangkan selama pandemi Covid-19. Harga yang jatuh di tingkat petani tak sampai Rp 1.000 per kilogram. Nah, sekarang harganya mulai kembali naik. Bahkan, per kilogramnya di tingkat konsumen mencapai Rp 11-12 ribu.

Obral Sayuran sebagai Bentuk Protes

Disebut-sebut sebagai pahlawan pangan nasional, problem yang menimpa petani hari ini seakan tak pernah surut. Setelah mereka kesulitan perihal pupuk sejak beberapa pekan lalu, kini mereka dibikin kembali gigit jari dengan harga jual hasil panen yang lesu. Bahkan, terjadi penurunan hingga 35 persen dari biasanya. 

Sudah Kalah, Diabaikan Pemerintah

“Apa Cong, mau foto-foto ya? Ibuk eksyen dulu,” ucap Jumaani, ketika bertemu Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. Jumaani adalah buruh tani yang kala itu bersama enam perempuan lainnya sedang memetik cabai rawit di areal persawahan Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari.

Latest news

/