alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

TAG

Nakes

Belum Pastikan Jumlah Nakes yang Diturunkan

Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII, Jember menjadi salah satu tuan rumah. Event olahraga terbesar se-Jatim tersebut tidak hanya menjadi gawe KONI ataupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember.

24 Nakes Bingung Jelang Kontrak Berakhir

Tercatat ada 24 orang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pacitan di kontrak membantu penanganan Covid-19, kini masa kerja mereka tinggal hitungan hari karena awal Juni 2022 kontrak kerja berakhir.

Nakes Perlu Belajar Lagi Proses Persalinan

Jember masih menyandang kabupaten dengan Angka Kematian Bayi(AKB)salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menekan AKB.

Benarkah Honor Tenaga Kesehatan Jember Tak Sampai Sejuta ?

Karenanya, inilah yang menjadi perjuangan bersama dan Komisi D DPRD Jember juga sepakat tahun 2022 tidak ada lagi SK magang untuk nakes. Karenanya, kata Nur Hasan, DPRD Jember selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar satu pemikiran. Tidak ada lagi SK magang mandiri untuk nakes dan nonnakes.

Lindungi Nakes, Vaksin Tahap Tiga Mulai Diberikan

Lindungi Nakes, Vaksin Tahap Tiga Mulai Diberikan

Ini Dia Madu yang Tidak Biasa, Hingga Tenaga Medis Ikut Pesan

Menjalankan bisnis di saat pandemi memang bukanlah hal mudah. Namun, jika berusaha mencari peluang bisnis dengan tepat, maka tetap bisa bertahan. Seperti halnya bisnis penjualan madu. Saat ini, permintaan akan produk ini justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kehidupan Nakes Saat Terpapar Covid-19

Sebagai seorang tenaga kesehatan atau nakes, mereka dituntut selalu siap memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Bahkan, kalau perlu 24 jam. Tapi, jika nakes tengah sakit, belum tentu ada yang siap 24 jam membantu merawat mereka. Apalagi jika terpapar atau positif Covid-19. Inilah salah satu pilu yang dirasakan Wulan Septa Anjar Rahayu, nakes yang bertugas di Puskesmas Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo.

Ketersediaan Nakes Harus Sesuai dengan Anggaran

Penanganan masalah pandemi tidak bisa hanya diselesaikan dengan fokus pada penanganan hilir. Sebab, alamiahnya para tenaga kesehatan (nakes) akan bergerak dari hulu ke hilir. Meliputi penanganan promotif, preventif, dan kuratif. Proses ini melibatkan aktor kesehatan, seperti pelayan kesehatan di puskesmas, perawat, dokter, dan lainnya. Dengan kata lain, tidak bisa jika hanya mengandalkan kuratif atau pengobatan. Apalagi, sekarang ini Jember tengah kekurangan nakes.

Jember Butuh Relawan Nakes Segera

Kebutuhan nakes cadangan memang sudah mendesak. Harus segera ada rekrutmen relawan agar mereka bisa segera diterjunkan. Apalagi, Pemkab Jember sudah menyiapkan dua tempat isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang terpapar Covid-19. Dua lokasi itu adalah Hotel Kebon Agung di Kecamatan Kaliwates dan Stadion Jember Sport Garden (JSG) di Kecamatan Ajung. Pengaktifan tempat isoter ini tentu saja memerlukan tambahan nakes untuk melayani pasien.

Covid-19 Meningkat, Tenaga Nakes di Jember Terforsir Habis

Senyampang kasus Covid-19 di Jember belum melandai, maka pekerjaan nakes akan menumpuk. Ibarat sepak bola, mereka harus bermain dengan waktu tambahan atau extra time. Padahal seharusnya, di situasi yang berisiko seperti sekarang ini, para nakes menjaga kesehatan mereka sendiri. Jam kerja seharusnya normal agar punya cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh. Sebab, sudah banyak kasus nakes yang juga terpapar korona akibat kondisinya drop. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang sampai meninggal dunia.

Latest news

/