Mengubah kebiasaan memang tidak semudah membalikkan tangan. Terutama kebiasaan rutin yang terjadi saat Idul Adha. Yakni penggunaan bungkus plastik sebagai wadah daging kurban.
Pemkab memastikan seluruh hewan dan daging kurban aman dikonsumsi. Selain melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, pelatihan pemotongan, pengelolaan, hingga aturan memasak juga dilaksanakan.
Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan kurban, menjadi momentum tersendiri untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang dan merawat kepedulian sosialnya. Hari raya yang diperingati satu tahun sekali ini juga sarat akan nilai-nilai keteladanan dan memiliki manfaat sosial. Meski ada perbedaan hari H Idul Adha, namun tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Hendak jadi hewan kurban, sapi milik warga Polokarto malah tercebur sumur. Tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Sabtu (9/7) pun berjibaku menambah debit air sumur supaya sapi terangkat keatas.
Permintaan hewan ternak dan pisau penyembelihan selalu meningkat drastis menjelang Idul Adha. Namun, mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak hanya berdampak pada penjual hewan ternak.
Caption: Presiden Joko Widodo menjatuhkan pilihan hewan kurban Idul Adha ke sapi milik warga dusun Rejosari, Kuwang, Argomulyo, Cangkringan, Jogjakarta, sapi tersebut terlihat gemuk dan sehat. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
Selain proses pemotongan yang masih berlanjut, pembagian daging kurban pun dilakukan hingga kemarin (21/7). Salah satunya dilakukan anggota Polres Bondowoso, yang membagikan daging kurban kepada anak yatim piatu dan kaum duafa.
Satu hari setelah pelaksanaan salat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban masih terus dilakukan. Seperti yang terlihat di Masjid Agung At Taqwa Bondowoso, Rabu (21/7) pagi. Tercatat 34 hewan kurban yang dipotong. Terdiri atas 12 ekor sapi dan 22 ekor kambing.