alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

TAG

Ibu & Anak

Gempar! Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Kresek

Warga Dusun Plalangan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung digegerkan dengan penemuan mayat. Mayat jenis kelamin perempuan kali pertama ditemuan Basir, 33 warga setempat yang pergi ke sungai Jumat (26/2) pukul 6.30 WIB.

Jasad Bayi Dimakamkan secara Layak

Kasus pembuangan dan pembakaran bayi yang ditemukan warga di Dusun Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, sempat menggegerkan publik. Itu karena peristiwa itu dinilai terlalu sadis. Betapa tidak, bayi yang diperkirakan baru lahir secara normal itu dibuang oleh pelaku di pinggir sungai, kemudian diduga dibakar hingga tewas.

Sisir Rumah-Rumah Ibu Hamil

Kasus penemuan mayat bayi dengan kondisi terbakar masih menjadi teka-teki. Hingga kemarin, polisi belum berhasil menyimpulkan siapa pelaku dan apa yang menjadi motifnya sampai tega membuang orok yang baru dilahirkan tersebut. Kendati begitu, aparat tak mau menyerah. Bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa, mereka mendatangi ibu hamil di beberapa desa sekitar lokasi peristiwa.

Pelaku Ditengarai Punya Pengalaman Traumatik

Polisi masih memburu pelaku pembuangan sekaligus pembakaran jasad bayi di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kalisat. Publik pun berharap, aparat bisa segera mengungkap kasus ini dan mengetahui apa yang menjadi motif pelaku hingga tega membinasakan bayi yang tak berdosa itu. Apakah pelakunya dalam kondisi tertekan, atau memang ada faktor lain?

Pencari Pasir Temukan Bayi Dibakar

Sesosok mayat bayi jenis kelamin perempuan ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan, Rabu (18/11/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Mayat bayi tersebut dibuang dan dibakar di pinggir sungai Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat. Polisi masih menyelidiki kasus ini. Namun polisi menduga kuat, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap.

Walau Pandemi Jangan Tunda Imunisasi

Banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19 membuat masyarakat cenderung menghindari interaksi dengan petugas dan fasilitas kesehatan. Termasuk sampai menunda pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak mereka. Padahal, imunisasi itu penting untuk meningkatkan imunitas tubuh anak, serta mencegah terjadinya penularan penyakit.

Jangan Terlambat Imunisasi Anak

Menyongsong Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan perdana setelah terhambat karena pandemi, para orang tua wajib mengimunisasikan anak mereka masing-masing. Terlebih jika anak mereka duduk di bangku kelas 1, 2, dan 5 sekolah dasar (SD). Imunisasi itu menjadi langkah antisipatif para orang tua supaya anak-anak mereka terhindar dari penyakit.

Tiga Cara Imunisasi di Tengah Pandemi

Pandemi belum usai. Namun, aktivitas harus terus berjalan. Kuncinya adalah mematuhi protokol kesehatan. Seperti rencana Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan. Tetap akan dilaksanakan dengan tiga cara. Pilihannya di sekolah, door to door, dan ke puskesmas. Dari tiga tata cara imunisasi saat korona seperti ini, rata-rata memilih imunisasi di sekolah.

Angka Kematian Bayi Tembus 128

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Bondowoso cukup tinggi. Persentase AKI dan AKB hingga September tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 lalu. Total, AKI sudah mencapai 128 kasus. Sedangkan AKB tembus 13 kasus.

Ya Allah, Bayi Terbungkus Handuk Meninggal di Bawah Pohon

Warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu mendadak heboh. Seorang bayi perempuan ditemukan di bawah pohon, di pinggir jalan, pada Sabtu (29/8) pukul 06.30 WIB.

Latest news

/