alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

TAG

Dosen

Jember Butuh Rumah Aman

Kasus pelecehan yang menimpa salah seorang dosen dan dilakukan oleh petinggi kampus itu menandakan bahwa Jember telah darurat kekerasan seksual. Sebab, telah menimpa korban dari berbagai kalangan. Pelakunya juga orang-orang terpelajar, serta memiliki kekuasaan. Untuk itu, butuh perlindungan lebih terhadap para korban agar mereka berani bersuara dan merasa aman.

Minta Kampus Lindungi Korban

Suami korban, M, menyatakan, dirinya akan meminta pertanggungjawaban atas tindakan RS yang menimpa istrinya. Sebagai lembaga perguruan tinggi, masalah pelecehan seksual harus ditindak tegas. Apalagi, jika yang melakukan adalah seorang pimpinan. "Sebagai suami korban, saya datang meminta klarifikasi kepada yayasan. Bagaimana caranya, peristiwa ini diproses sampai selesai agar tidak terjadi lagi," ucapnya.

Petinggi Kampus Diadukan Lecehkan Dosen

Siang kemarin (17/6), tepat pukul 11.12, seorang lelaki berkemeja merah berjalan bersama istrinya. Bersama satu rekannya lagi, mereka menuju ruang Perkumpulan Pembinaan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) Unipar Jember. Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RS, salah seorang pimpinan di kampus Jalan Jawa itu. Suami beserta korban ditemui oleh Ketua Yayasan PPLP PT PGRI Ali Syamsuddin.

Jadi Tersangka, RH Bakal Ditahan

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang dosen di Universitas Jember (Unej) terhadap kemenakannya terus berlanjut. Kini, polisi telah menetapkan pelaku yang berinisial RH tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini setelah RH menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Jember, kemarin (5/5).

Mahasiswa Penjual Telur Gulung Ingin Jadi Dosen

RADARJEMBER.ID -Terlahir sebagai anak seorang waker atau penjaga malam sebuah toko busana di Jalan Gajahmada Jember, tidak membuat Zuhud Fatchur Rochman, Alumnus Madrasah Aliyah...

Latest news

/