alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

TAG

Disabilitas

Kenangan Penyandang Disabilitas yang Ingin Jadi Abdi Negara

“Kami mendaftar CPNS cuma ngetes. Coba-coba saja. Tidak berharap banyak. Karena ujungnya bakal ditolak,” kenang Zainuri pada suatu sore di kantin kampus Universitas PGRI Argopuro, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.

Akibat Tak Pernah Rembukan, Akses Jalan di Jember Sia-Sia

Akses jalan untuk tunadaksa di tempat publik seperti alun-alun Jember masih belum menjawab kebutuhan para penyandang tunadaksa. Sebab, seharusnya bangunan ram mengikuti konsep terbaru, yaitu ram model S. Sehingga para penyandang disabilitas daksa dapat menggunakan sebagaimana mestinya.

Pemkab Miskin Data Soal Disabilitas, Rekrutmen CPNS Tidak Maksimal

HARI itu, para pegawai tengah sibuk dengan komputer masing-masing. Sebagian ada yang berbincang dengan logat Madura di balik meja kerja, dekat pintu ruangan kepala dinas. Ada juga yang mondar-mandir sembari membawa setumpuk kertas dan map cokelat, serta tertawa sambil menyeruput kopi. “Paling pendataan CPNS. Makane podo sibuk (mungkin lagi pendataan CPNS. Makanya pada sibuk, Red),” tutur seorang pegawai yang mondar-mandir di ruangan tanpa memakai sepatu.

Seleksi CPNS Jember Sepi Disabilitas karena Minim Sosialisasi

Soal sepinya pendaftar disabilitas, ternyata selama ini tidak ada sosialisasi dari BKPSDM pada organisasi penyandang disabilitas tentang rekrutmen abdi negara itu. Bahkan hingga kini pemerintah daerah juga belum pernah mengajak urun rembuk ihwal rekrutmen dengan organisasi disabilitas yang ada di Jember. Kabar adanya rekrutmen CPNS bagi disabilitas tersebut baru diketahui oleh kelompok penyandang disabilitas pada 10 Agustus lalu setelah membaca berita di Jawa Pos Radar Jember.

Miris! Fenomena Penolakan Disabilitas Jember

Pengamat isu inklusi Universitas PGRI Argopuro Jember Asorul Mais menganggap, tantangan penyandang disabilitas untuk menjadi abdi negara tak hanya karena perkara sosialisasi dan pelayanan administrasi yang belum optimal. Tapi, juga hambatan mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Alasan Partisipasi Vaksinasi Disabilitas di Jember Masih Rendah

Sepuluh teman disabilitas dengan penyandang tuli duduk berkumpul di bawah tenda, mengantre untuk divaksin selama kurang lebih 2 jam. Masing-masing sudah memegang nomor urut. Beberapa di antaranya menggerutu dengan bahasa isyarat. “Ke mana nomorku, tidak segera dipanggil,” ujar salah satu teman tuli dengan bahasa isyarat. Namun, tak ada yang bisa menjawab.

Kondisi Akses Publik di Jember yang Belum Ramah Difabel

walaupun Jember telah memiliki Perda tentang Disabilitas sejak 2016 silam, namun nyatanya hingga saat ini pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas masih jauh dari kata layak. Bukan hanya akses untuk pendidikan, namun akses di beberapa tempat publik masih jauh dari kata ramah disabilitas.

Tak Kebagian Kuota Beasiswa Pemkab Jember, Kelompok Disabilitas Kecewa

BEASISWA yang disediakan Pemkab Jember ternyata belum menjawab kebutuhan semua golongan. Utamanya kelompok difabel. Sebab, tidak ada sosialisasi untuk kalangan disabilitas sebagai salah satu kelompok yang bisa menerima beasiswa tersebut. Bahkan, mereka merasa tidak dianggap dan tidak dilibatkan dalam alokasi beasiswa.

Ternyata Pemuda Yang Coba Bunuh Diri Itu Seorang Difabel. Begini Alasannya

Faris, warga Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, membuat kaget keluarga dan warga. Sebab, pemuda Jember 20 tahun tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan naik ke atas papan reklame di jembatan penyeberangan orang (JPO). Walau Faris selamat tidak jadi bunuh diri, namun tindakan emergency semacam itu di Jember dianggap belum siap. Sebab, tim penyelamat tidak memiliki peralatan memadai.

Hamka, Lolos Seleksi Komnas Disabilitas

Mengidap tunadaksa sejak berusia tiga tahun, Hamka Cahyaning Warga tak pernah diajarkan minder oleh orang tuanya. Ternyata didikan itu berhasil membuatnya selalu percaya diri ketika berhadapan dengan siapa pun. Alih-alih memiliki rasa tidak percaya diri, pria satu ini justru bangga karena sampai sejauh ini juga bisa melakukan yang orang normal lakukan. Saat ini, Hamka sedang bersaing dengan para disabilitas lain di Indonesia untuk menjadi Komnas Disabilitas Nasional. Hamka lolos tahap seleksi administrasi.

Latest news