alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Ulfa Denadia, Mayoret Drum Band Jember Semangat dari Dukungan Ortu

Memenangkan pertandingan bersama tim terkadang tidak cukup dengan modal pede. Ada kerja sama dan kekuatan yang dibutuhkan sehingga hati menjadi mantap. Salah satunya dialami mayoret drum band Jember, Ulfa Denadia.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Ulfa Denadia, seorang mayoret drum band Jember, saat itu belum kering. Embusan napasnya juga masih terdengar cepat. Dia baru saja memimpin grup drum band Jember tampil di hadapan banyak orang. Beberapa kali tampil, gerangan tangannya terlihat mantap berkat semangat juangnya bersama tim.

BACA JUGA : Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Ulfa, sapaan akrabnya, merupakan seorang mahasiswa yang tengah menempuh skripsi. Selama ini, dirinya sudah menyukai drum band. Saat kuliah di Politeknik Negeri Jember (Polje), perempuan yang tinggal di Arjasa itu pun tetap menggeluti drum band. Dia sebagai mayoret atau sekarang banyak yang menyebut sebagai gitapati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjadi mayoret tentunya menjadi salah satu pemain yang paling sorot saat tampil. Bukan saja oleh juri, melainkan oleh banyak orang. Gerakan-gerakannya seperti menyatu dengan suara drum band. Ke mana tangannya bergerak, suara musiknya pas dengan gerakannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Ulfa Denadia, seorang mayoret drum band Jember, saat itu belum kering. Embusan napasnya juga masih terdengar cepat. Dia baru saja memimpin grup drum band Jember tampil di hadapan banyak orang. Beberapa kali tampil, gerangan tangannya terlihat mantap berkat semangat juangnya bersama tim.

BACA JUGA : Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Ulfa, sapaan akrabnya, merupakan seorang mahasiswa yang tengah menempuh skripsi. Selama ini, dirinya sudah menyukai drum band. Saat kuliah di Politeknik Negeri Jember (Polje), perempuan yang tinggal di Arjasa itu pun tetap menggeluti drum band. Dia sebagai mayoret atau sekarang banyak yang menyebut sebagai gitapati.

Menjadi mayoret tentunya menjadi salah satu pemain yang paling sorot saat tampil. Bukan saja oleh juri, melainkan oleh banyak orang. Gerakan-gerakannya seperti menyatu dengan suara drum band. Ke mana tangannya bergerak, suara musiknya pas dengan gerakannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Ulfa Denadia, seorang mayoret drum band Jember, saat itu belum kering. Embusan napasnya juga masih terdengar cepat. Dia baru saja memimpin grup drum band Jember tampil di hadapan banyak orang. Beberapa kali tampil, gerangan tangannya terlihat mantap berkat semangat juangnya bersama tim.

BACA JUGA : Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Ulfa, sapaan akrabnya, merupakan seorang mahasiswa yang tengah menempuh skripsi. Selama ini, dirinya sudah menyukai drum band. Saat kuliah di Politeknik Negeri Jember (Polje), perempuan yang tinggal di Arjasa itu pun tetap menggeluti drum band. Dia sebagai mayoret atau sekarang banyak yang menyebut sebagai gitapati.

Menjadi mayoret tentunya menjadi salah satu pemain yang paling sorot saat tampil. Bukan saja oleh juri, melainkan oleh banyak orang. Gerakan-gerakannya seperti menyatu dengan suara drum band. Ke mana tangannya bergerak, suara musiknya pas dengan gerakannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/