alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Jemput Bola Datangi Venue Pertandingan Tawarkan Suvenir

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Berbelanja suvenir pernak-pernik pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim VII, bagian dari aktivitas peserta kontingen disaat mereka tidak mengikuti gelaran Porprov. Peluang tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan suvenir Porprov, mereka datang dari jauh seperti Jakarta, Bogor dan Bandung untuk mengais rezeki di Jember selama Porprov VII berlangsung.

BACA JUGA : Pesan Bupati Hendy untuk Tim Sepak Bola Jember ke Semifinal Porprov

Ivan salah seorang pedagang suvenir asal Bogor, Jawa Barat dan menempati lapak berukuran sempit di depan GOR PKPSO Kaliwares mengatakan, ia sengaja mengajak tiga orang teman untuk meramaikan perhelatan Porprov VII tersebut. Jualan suvenir saat Porprov Jatim bukan kali pertama dilakukan Ivan, ia berjualan mulai Porprov pertama diselenggarakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Di Jember mulai tanggal 23 Juni sampai selesai Porprov VII Jatim, penjualan suvenir di Porprov VII tidak seramai Porprov ditempat lain. Apalagi pedagang kaki lima (PKL) tidak dizinkan berjualan di halaman GOR Kaliwates karena ditempati untuk pameran UMKM produk lokal seperti makanan dan minuman, ”terang Ivan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria tersebut menduga omzet penjualan merosot dikarenakan tempat berjualan diluar GOR, hal ini bisa jadi membuat peserta peserta pertandingan malas untuk keluar sekedar membeli suvenir. Selain itu kemungkinan karena perekonomian belum pulih seratus persen, imbas dua tahun terakhir ini dunia dilanda pandemi Covid-19.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Berbelanja suvenir pernak-pernik pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim VII, bagian dari aktivitas peserta kontingen disaat mereka tidak mengikuti gelaran Porprov. Peluang tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan suvenir Porprov, mereka datang dari jauh seperti Jakarta, Bogor dan Bandung untuk mengais rezeki di Jember selama Porprov VII berlangsung.

BACA JUGA : Pesan Bupati Hendy untuk Tim Sepak Bola Jember ke Semifinal Porprov

Ivan salah seorang pedagang suvenir asal Bogor, Jawa Barat dan menempati lapak berukuran sempit di depan GOR PKPSO Kaliwares mengatakan, ia sengaja mengajak tiga orang teman untuk meramaikan perhelatan Porprov VII tersebut. Jualan suvenir saat Porprov Jatim bukan kali pertama dilakukan Ivan, ia berjualan mulai Porprov pertama diselenggarakan.

“Di Jember mulai tanggal 23 Juni sampai selesai Porprov VII Jatim, penjualan suvenir di Porprov VII tidak seramai Porprov ditempat lain. Apalagi pedagang kaki lima (PKL) tidak dizinkan berjualan di halaman GOR Kaliwates karena ditempati untuk pameran UMKM produk lokal seperti makanan dan minuman, ”terang Ivan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria tersebut menduga omzet penjualan merosot dikarenakan tempat berjualan diluar GOR, hal ini bisa jadi membuat peserta peserta pertandingan malas untuk keluar sekedar membeli suvenir. Selain itu kemungkinan karena perekonomian belum pulih seratus persen, imbas dua tahun terakhir ini dunia dilanda pandemi Covid-19.

RADARJEMBER.ID – Berbelanja suvenir pernak-pernik pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim VII, bagian dari aktivitas peserta kontingen disaat mereka tidak mengikuti gelaran Porprov. Peluang tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan suvenir Porprov, mereka datang dari jauh seperti Jakarta, Bogor dan Bandung untuk mengais rezeki di Jember selama Porprov VII berlangsung.

BACA JUGA : Pesan Bupati Hendy untuk Tim Sepak Bola Jember ke Semifinal Porprov

Ivan salah seorang pedagang suvenir asal Bogor, Jawa Barat dan menempati lapak berukuran sempit di depan GOR PKPSO Kaliwares mengatakan, ia sengaja mengajak tiga orang teman untuk meramaikan perhelatan Porprov VII tersebut. Jualan suvenir saat Porprov Jatim bukan kali pertama dilakukan Ivan, ia berjualan mulai Porprov pertama diselenggarakan.

“Di Jember mulai tanggal 23 Juni sampai selesai Porprov VII Jatim, penjualan suvenir di Porprov VII tidak seramai Porprov ditempat lain. Apalagi pedagang kaki lima (PKL) tidak dizinkan berjualan di halaman GOR Kaliwates karena ditempati untuk pameran UMKM produk lokal seperti makanan dan minuman, ”terang Ivan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria tersebut menduga omzet penjualan merosot dikarenakan tempat berjualan diluar GOR, hal ini bisa jadi membuat peserta peserta pertandingan malas untuk keluar sekedar membeli suvenir. Selain itu kemungkinan karena perekonomian belum pulih seratus persen, imbas dua tahun terakhir ini dunia dilanda pandemi Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/