alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Jessie Djalimin Atlet Wushu Sempat Down Divonis Cedera, Tanding Jadi Juara

Pengalaman menarik disuguhkan Jessie Djalimin, peraih emas dari wushu taolu nomor jian shu putri dalam Porprov kali ini. Di balik raihan itu, rupanya ada harga mahal yang harus dibayar. Lantas, bagaimana remaja 15 tahun itu bisa melewatinya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minggu (26/6) kemarin menjadi momen yang akan terus diingat Jessie Djalimin. Yakni kala bertanding di Gedung Serbaguna, Kaliwates. Saat itu, tekad dan kerja kerasnya terbayar lunas dengan raihan medali. Setelah tampil memukau di hadapan dewan juri dan lawan bertandingnya. Padahal kondisi fisiknya sedang tidak baik-baik saja.

BACA JUGA : 88 Medali Cabor Petanque Diperebutkan pada Porprov VII di Situbondo

Ya, atlet berusia 15 tahun itu sukses mendulang medali emas ketika turun di wushu taolu nomor jian shu putri dalam Porprov Jatim VII kali ini. Raihan itu rupanya harus dibayar mahal. Sekitar dua bulan sebelum bertanding, dia divonis cedera, dan harus menjalani operasi pada Juni atau Agustus mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, remaja yang baru merampungkan jenjang studi SMP itu mengaku sempat frustrasi kala dokter ahli saraf di Jember merekomendasikan cedera kaki kiri yang dialaminya harus sembuh dengan satu-satunya jalan, operasi. “Cedera ini terjadi saat latihan. Ketika mendengar harus operasi, saya sempat mikir, bagaimana Porprov nanti,” kenang Jessie.

Tidak hanya sakit, cedera tersebut juga membuat mentalnya down. Dia mengaku merasa sangat terpukul jika harus absen dalam Porprov kali ini. Di tengah kondisi yang kurang berpihak itu, Jessie mengaku teringat dengan masa-masa latihan, jauh sebelum Porprov akan dihelat. Meskipun usianya baru beranjak remaja, dia mulai berpikir lebih dewasa. Hal itu ia perlihatkan dengan tetap menjaga waktu latihan, kendati intensitasnya harus berkurang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minggu (26/6) kemarin menjadi momen yang akan terus diingat Jessie Djalimin. Yakni kala bertanding di Gedung Serbaguna, Kaliwates. Saat itu, tekad dan kerja kerasnya terbayar lunas dengan raihan medali. Setelah tampil memukau di hadapan dewan juri dan lawan bertandingnya. Padahal kondisi fisiknya sedang tidak baik-baik saja.

BACA JUGA : 88 Medali Cabor Petanque Diperebutkan pada Porprov VII di Situbondo

Ya, atlet berusia 15 tahun itu sukses mendulang medali emas ketika turun di wushu taolu nomor jian shu putri dalam Porprov Jatim VII kali ini. Raihan itu rupanya harus dibayar mahal. Sekitar dua bulan sebelum bertanding, dia divonis cedera, dan harus menjalani operasi pada Juni atau Agustus mendatang.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, remaja yang baru merampungkan jenjang studi SMP itu mengaku sempat frustrasi kala dokter ahli saraf di Jember merekomendasikan cedera kaki kiri yang dialaminya harus sembuh dengan satu-satunya jalan, operasi. “Cedera ini terjadi saat latihan. Ketika mendengar harus operasi, saya sempat mikir, bagaimana Porprov nanti,” kenang Jessie.

Tidak hanya sakit, cedera tersebut juga membuat mentalnya down. Dia mengaku merasa sangat terpukul jika harus absen dalam Porprov kali ini. Di tengah kondisi yang kurang berpihak itu, Jessie mengaku teringat dengan masa-masa latihan, jauh sebelum Porprov akan dihelat. Meskipun usianya baru beranjak remaja, dia mulai berpikir lebih dewasa. Hal itu ia perlihatkan dengan tetap menjaga waktu latihan, kendati intensitasnya harus berkurang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minggu (26/6) kemarin menjadi momen yang akan terus diingat Jessie Djalimin. Yakni kala bertanding di Gedung Serbaguna, Kaliwates. Saat itu, tekad dan kerja kerasnya terbayar lunas dengan raihan medali. Setelah tampil memukau di hadapan dewan juri dan lawan bertandingnya. Padahal kondisi fisiknya sedang tidak baik-baik saja.

BACA JUGA : 88 Medali Cabor Petanque Diperebutkan pada Porprov VII di Situbondo

Ya, atlet berusia 15 tahun itu sukses mendulang medali emas ketika turun di wushu taolu nomor jian shu putri dalam Porprov Jatim VII kali ini. Raihan itu rupanya harus dibayar mahal. Sekitar dua bulan sebelum bertanding, dia divonis cedera, dan harus menjalani operasi pada Juni atau Agustus mendatang.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, remaja yang baru merampungkan jenjang studi SMP itu mengaku sempat frustrasi kala dokter ahli saraf di Jember merekomendasikan cedera kaki kiri yang dialaminya harus sembuh dengan satu-satunya jalan, operasi. “Cedera ini terjadi saat latihan. Ketika mendengar harus operasi, saya sempat mikir, bagaimana Porprov nanti,” kenang Jessie.

Tidak hanya sakit, cedera tersebut juga membuat mentalnya down. Dia mengaku merasa sangat terpukul jika harus absen dalam Porprov kali ini. Di tengah kondisi yang kurang berpihak itu, Jessie mengaku teringat dengan masa-masa latihan, jauh sebelum Porprov akan dihelat. Meskipun usianya baru beranjak remaja, dia mulai berpikir lebih dewasa. Hal itu ia perlihatkan dengan tetap menjaga waktu latihan, kendati intensitasnya harus berkurang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/