alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

88 Medali Cabor Petanque Diperebutkan pada Porprov VII di Situbondo

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Ajang Porprov VII Jatim 2022 yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 25 Juni 2022 di Jember, mulai mempertandingkan 47 cabang olahraga. Salah satu tuan rumah, Kabupaten Situbondo mempertandingkan cabor petanque pada Minggu (26/6/2022) di Alun-alun Kabupaten Situbondo.

BACA JUGA : Perolehan Medali Sementara Porprov VII Jatim 2022 hingga 27 Juni 2022

Sebanyak 34 kabupaten dan kota ambil bagian dalam cabor yang edisi kedua dipertandingkan di Porprov Jatim. Sebanyak 367 atlet usia di bawah 21 tahun, terdiri dari 190 putra 177 putri yang mengikuti kompetisi yang digelar 26 Juni hingga 2 Juli 2022.

Mobile_AP_Rectangle 2

Memperebutkan 88 medali para atlet  petanque  bermain di 11 nomor yakni shooting man, shooting women, single man, single woman, double mix, double man, double women, triple man, triple women, triple 2 putra 1 putri, triple 2 putri 1 putra. “Saya harapkan muncul bibit-bibit unggul untuk persiapan PON 2024 di Aceh,” ungkap Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim, Prof. Dr. Nurhasan di alun-alun Situbondo, Minggu (26/6/2022).

Nurhasan mengatakan, menyongsong PON 2024 mendatang pihaknya tidak memungkiri bahwa minat yang begitu tinggi ini akan mempermudah pihaknya untuk memetakan talenta-talenta berbakat petanque. “Karena cabang Petanque di PON nanti akan ada 13 medali. Porprov ini hanya 11 karena tidak ada nomor beregu, jadi ada 2 nomor beregu yang belum dipertandingkan, mudah-mudahan di porprov ke depan dipertandingkan,” harapnya.

Lebih jauh Nurhasan berharap, menyongsong target itu, jauh hari pihaknya sudah melakukan banyak upaya. Diantaranya adalah menambah kemampuan pelatih. Bahkan dia mengklaim Jatim merupakan daerah satu-satunya di Indonesia yang memiliki pelatih bersertifikat level 2.

“Level 2 itu ujiannya harus di Prancis. Level nasional kami punya sekitar 16 pelatih, kemudian ada Arbit yang mewasiti pertandingan ini, baik level nasional dan internasional kami punya, termasuk sosialisasi dan pengembangan prestasi, kami ngontrak pelatih asing dari Malaysia,” tambah pria yang juga menjabat sebagai rektor Unesa itu.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Ajang Porprov VII Jatim 2022 yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 25 Juni 2022 di Jember, mulai mempertandingkan 47 cabang olahraga. Salah satu tuan rumah, Kabupaten Situbondo mempertandingkan cabor petanque pada Minggu (26/6/2022) di Alun-alun Kabupaten Situbondo.

BACA JUGA : Perolehan Medali Sementara Porprov VII Jatim 2022 hingga 27 Juni 2022

Sebanyak 34 kabupaten dan kota ambil bagian dalam cabor yang edisi kedua dipertandingkan di Porprov Jatim. Sebanyak 367 atlet usia di bawah 21 tahun, terdiri dari 190 putra 177 putri yang mengikuti kompetisi yang digelar 26 Juni hingga 2 Juli 2022.

Memperebutkan 88 medali para atlet  petanque  bermain di 11 nomor yakni shooting man, shooting women, single man, single woman, double mix, double man, double women, triple man, triple women, triple 2 putra 1 putri, triple 2 putri 1 putra. “Saya harapkan muncul bibit-bibit unggul untuk persiapan PON 2024 di Aceh,” ungkap Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim, Prof. Dr. Nurhasan di alun-alun Situbondo, Minggu (26/6/2022).

Nurhasan mengatakan, menyongsong PON 2024 mendatang pihaknya tidak memungkiri bahwa minat yang begitu tinggi ini akan mempermudah pihaknya untuk memetakan talenta-talenta berbakat petanque. “Karena cabang Petanque di PON nanti akan ada 13 medali. Porprov ini hanya 11 karena tidak ada nomor beregu, jadi ada 2 nomor beregu yang belum dipertandingkan, mudah-mudahan di porprov ke depan dipertandingkan,” harapnya.

Lebih jauh Nurhasan berharap, menyongsong target itu, jauh hari pihaknya sudah melakukan banyak upaya. Diantaranya adalah menambah kemampuan pelatih. Bahkan dia mengklaim Jatim merupakan daerah satu-satunya di Indonesia yang memiliki pelatih bersertifikat level 2.

“Level 2 itu ujiannya harus di Prancis. Level nasional kami punya sekitar 16 pelatih, kemudian ada Arbit yang mewasiti pertandingan ini, baik level nasional dan internasional kami punya, termasuk sosialisasi dan pengembangan prestasi, kami ngontrak pelatih asing dari Malaysia,” tambah pria yang juga menjabat sebagai rektor Unesa itu.

RADARJEMBER.ID – Ajang Porprov VII Jatim 2022 yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 25 Juni 2022 di Jember, mulai mempertandingkan 47 cabang olahraga. Salah satu tuan rumah, Kabupaten Situbondo mempertandingkan cabor petanque pada Minggu (26/6/2022) di Alun-alun Kabupaten Situbondo.

BACA JUGA : Perolehan Medali Sementara Porprov VII Jatim 2022 hingga 27 Juni 2022

Sebanyak 34 kabupaten dan kota ambil bagian dalam cabor yang edisi kedua dipertandingkan di Porprov Jatim. Sebanyak 367 atlet usia di bawah 21 tahun, terdiri dari 190 putra 177 putri yang mengikuti kompetisi yang digelar 26 Juni hingga 2 Juli 2022.

Memperebutkan 88 medali para atlet  petanque  bermain di 11 nomor yakni shooting man, shooting women, single man, single woman, double mix, double man, double women, triple man, triple women, triple 2 putra 1 putri, triple 2 putri 1 putra. “Saya harapkan muncul bibit-bibit unggul untuk persiapan PON 2024 di Aceh,” ungkap Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim, Prof. Dr. Nurhasan di alun-alun Situbondo, Minggu (26/6/2022).

Nurhasan mengatakan, menyongsong PON 2024 mendatang pihaknya tidak memungkiri bahwa minat yang begitu tinggi ini akan mempermudah pihaknya untuk memetakan talenta-talenta berbakat petanque. “Karena cabang Petanque di PON nanti akan ada 13 medali. Porprov ini hanya 11 karena tidak ada nomor beregu, jadi ada 2 nomor beregu yang belum dipertandingkan, mudah-mudahan di porprov ke depan dipertandingkan,” harapnya.

Lebih jauh Nurhasan berharap, menyongsong target itu, jauh hari pihaknya sudah melakukan banyak upaya. Diantaranya adalah menambah kemampuan pelatih. Bahkan dia mengklaim Jatim merupakan daerah satu-satunya di Indonesia yang memiliki pelatih bersertifikat level 2.

“Level 2 itu ujiannya harus di Prancis. Level nasional kami punya sekitar 16 pelatih, kemudian ada Arbit yang mewasiti pertandingan ini, baik level nasional dan internasional kami punya, termasuk sosialisasi dan pengembangan prestasi, kami ngontrak pelatih asing dari Malaysia,” tambah pria yang juga menjabat sebagai rektor Unesa itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/