alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Malang-Bojonegoro Adu Jotos

Jadi Runner-Up, Bakal Menantang Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Laga hidup mati pertandingan ke 3 Grup B yang mempertemukan Kabupaten Malang dengan Bojonegoro di Stadion Semeru, kemarin, berakhir ricuh. Dua kesebelasan termasuk pelatih hingga manajemen terlibat adu jotos di tengah lapangan. Peristiwa itu terjadi setelah wasit meniup peluit panjang.

BACA JUGA : Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang laga terakhir itu menentukan siapa yang akan lolos ke 8 besar. Sebab, keduanya punya selisih poin tipis. Kabupaten Malang mengantongi 4 poin, sedangkan Bojonegoro mendapat 3 poin. Wajar saja, kedua tim bermain cukup keras. Apalagi di akhir pertandingan babak pertama, klub Bojonegoro berhasil mengungguli permainan 0-1 melalui pemain Dwi Kurniawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Praktis, mimpi mendapat tiket lolos ke babak selanjutnya terus menyemangati pemain Bojonegoro di babak kedua. Namun, tak selang lama di menit 58, Manzila Nur Faizal, pemain Kabupaten Malang, menyamakan kedudukan 1-1. Skor itu bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. Hasil imbang itulah yang mengubah klasemen, Kabupaten Malang lolos ke babak knock out.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Laga hidup mati pertandingan ke 3 Grup B yang mempertemukan Kabupaten Malang dengan Bojonegoro di Stadion Semeru, kemarin, berakhir ricuh. Dua kesebelasan termasuk pelatih hingga manajemen terlibat adu jotos di tengah lapangan. Peristiwa itu terjadi setelah wasit meniup peluit panjang.

BACA JUGA : Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang laga terakhir itu menentukan siapa yang akan lolos ke 8 besar. Sebab, keduanya punya selisih poin tipis. Kabupaten Malang mengantongi 4 poin, sedangkan Bojonegoro mendapat 3 poin. Wajar saja, kedua tim bermain cukup keras. Apalagi di akhir pertandingan babak pertama, klub Bojonegoro berhasil mengungguli permainan 0-1 melalui pemain Dwi Kurniawan.

Praktis, mimpi mendapat tiket lolos ke babak selanjutnya terus menyemangati pemain Bojonegoro di babak kedua. Namun, tak selang lama di menit 58, Manzila Nur Faizal, pemain Kabupaten Malang, menyamakan kedudukan 1-1. Skor itu bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. Hasil imbang itulah yang mengubah klasemen, Kabupaten Malang lolos ke babak knock out.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Laga hidup mati pertandingan ke 3 Grup B yang mempertemukan Kabupaten Malang dengan Bojonegoro di Stadion Semeru, kemarin, berakhir ricuh. Dua kesebelasan termasuk pelatih hingga manajemen terlibat adu jotos di tengah lapangan. Peristiwa itu terjadi setelah wasit meniup peluit panjang.

BACA JUGA : Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, memang laga terakhir itu menentukan siapa yang akan lolos ke 8 besar. Sebab, keduanya punya selisih poin tipis. Kabupaten Malang mengantongi 4 poin, sedangkan Bojonegoro mendapat 3 poin. Wajar saja, kedua tim bermain cukup keras. Apalagi di akhir pertandingan babak pertama, klub Bojonegoro berhasil mengungguli permainan 0-1 melalui pemain Dwi Kurniawan.

Praktis, mimpi mendapat tiket lolos ke babak selanjutnya terus menyemangati pemain Bojonegoro di babak kedua. Namun, tak selang lama di menit 58, Manzila Nur Faizal, pemain Kabupaten Malang, menyamakan kedudukan 1-1. Skor itu bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. Hasil imbang itulah yang mengubah klasemen, Kabupaten Malang lolos ke babak knock out.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/