alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Muhammad Rofiq, Pelatih Sepak Bola Porprov Jember

Ajang sepak bola Porprov Jatim VII seakan menjadi tumpahan kebahagiaan atas tertebusnya kesalahan tim sepak bola Jember di tahun 2019. Pengalaman sebelum-sebelumnya menjadi perhatian serius dengan membangun mental dan kekeluargaan sesama pemain.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesalahan pada Porprov Jatim di Sumenep, 2019 lalu, rupanya menjadi pelajaran berharga bagi pelatih tim sepak bola Jember, Muhammad Rofiq. Hal sepele namun fatal yang berimbas dikuranginya tiga poin hingga terdiskualifikasinya tim sepak bola putra Jember.

BACA JUGA : Sneaker Pria Terbaik Untuk Meningkatkan Standar Penampilan Anda

Kesalahan penulisan nomor punggung pemain pada jersey menjadi awal mulanya. Seharusnya 14, namun oleh asistennya dituliskan 16. Panitia penyelenggara pada saat itu tak mau tahu dan menganggap pemain yang bernomor punggung salah tersebut ialah pemain ilegal dan telah melanggar peraturan. “Padahal saat itu tim sangat solid dan bermain cukup bagus,” ujar Rofiq.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diraihnya medali emas pada Porprov kali ini seakan membayar tuntas kesalahan tahun kelam itu. Berbagai persiapan dilakukan sejak sebelum penyelenggaraan. Kesiapan mental para pemain, kata dia, menjadi hal terpenting yang terus dibangun olehnya. Dia selalu menggaungkan semangat pada anak-anak didiknya agar selalu siap dalam situasi apa pun.

Soal teknis juga tak luput dari hal yang disiapkan mantan pelatih Persid Junior tahun 2014–2015 itu. Jauh sebelum Porprov, seleksi telah dilakukan pada September hingga Oktober 2021. Mencari pemain bertalenta di internal Askab PSSI Jember. Berikutnya, latihan-latihan dilakukan terus-menerus dengan tekun. Setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas teknik tiap pemain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesalahan pada Porprov Jatim di Sumenep, 2019 lalu, rupanya menjadi pelajaran berharga bagi pelatih tim sepak bola Jember, Muhammad Rofiq. Hal sepele namun fatal yang berimbas dikuranginya tiga poin hingga terdiskualifikasinya tim sepak bola putra Jember.

BACA JUGA : Sneaker Pria Terbaik Untuk Meningkatkan Standar Penampilan Anda

Kesalahan penulisan nomor punggung pemain pada jersey menjadi awal mulanya. Seharusnya 14, namun oleh asistennya dituliskan 16. Panitia penyelenggara pada saat itu tak mau tahu dan menganggap pemain yang bernomor punggung salah tersebut ialah pemain ilegal dan telah melanggar peraturan. “Padahal saat itu tim sangat solid dan bermain cukup bagus,” ujar Rofiq.

Diraihnya medali emas pada Porprov kali ini seakan membayar tuntas kesalahan tahun kelam itu. Berbagai persiapan dilakukan sejak sebelum penyelenggaraan. Kesiapan mental para pemain, kata dia, menjadi hal terpenting yang terus dibangun olehnya. Dia selalu menggaungkan semangat pada anak-anak didiknya agar selalu siap dalam situasi apa pun.

Soal teknis juga tak luput dari hal yang disiapkan mantan pelatih Persid Junior tahun 2014–2015 itu. Jauh sebelum Porprov, seleksi telah dilakukan pada September hingga Oktober 2021. Mencari pemain bertalenta di internal Askab PSSI Jember. Berikutnya, latihan-latihan dilakukan terus-menerus dengan tekun. Setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas teknik tiap pemain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesalahan pada Porprov Jatim di Sumenep, 2019 lalu, rupanya menjadi pelajaran berharga bagi pelatih tim sepak bola Jember, Muhammad Rofiq. Hal sepele namun fatal yang berimbas dikuranginya tiga poin hingga terdiskualifikasinya tim sepak bola putra Jember.

BACA JUGA : Sneaker Pria Terbaik Untuk Meningkatkan Standar Penampilan Anda

Kesalahan penulisan nomor punggung pemain pada jersey menjadi awal mulanya. Seharusnya 14, namun oleh asistennya dituliskan 16. Panitia penyelenggara pada saat itu tak mau tahu dan menganggap pemain yang bernomor punggung salah tersebut ialah pemain ilegal dan telah melanggar peraturan. “Padahal saat itu tim sangat solid dan bermain cukup bagus,” ujar Rofiq.

Diraihnya medali emas pada Porprov kali ini seakan membayar tuntas kesalahan tahun kelam itu. Berbagai persiapan dilakukan sejak sebelum penyelenggaraan. Kesiapan mental para pemain, kata dia, menjadi hal terpenting yang terus dibangun olehnya. Dia selalu menggaungkan semangat pada anak-anak didiknya agar selalu siap dalam situasi apa pun.

Soal teknis juga tak luput dari hal yang disiapkan mantan pelatih Persid Junior tahun 2014–2015 itu. Jauh sebelum Porprov, seleksi telah dilakukan pada September hingga Oktober 2021. Mencari pemain bertalenta di internal Askab PSSI Jember. Berikutnya, latihan-latihan dilakukan terus-menerus dengan tekun. Setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas teknik tiap pemain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/