alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Silat Jember Tetap Sumbang Medali

Jadikan Evaluasi Bersama

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, Radar Jember – Kericuhan di arena cabang olahraga (cabor) pencak silat di Lumajang, Rabu (29/6) lalu, menjadi pelajaran berharga bagi kontingen silat Jember. Dalam video viral kericuhan di arena pertandingan, antara atlet silat Jember melawan Kota Surabaya, dipicu ketidakpuasan atas keputusan dewan juri. Walau ricuh, beruntung medali tetap diraih oleh pesilat Jember.

Dalam video kericuhan silat tersebut, menurut manajer silat Jember, Bejo, atletnya melakukan gerakan sesuai aturan. Yakni pukulan tetap mengenai pelindung dada. Bukan mengenai leher lawan yang menjadi protes pihak Kota Surabaya. “Menurut kami atlet Jember tidak melakukan pelanggaran ke daerah kepala atau sisi terlarang. Sudah tepat sasaran,” ungkap Bejo.

Ke depan, pihaknya tetap akan mengevaluasi permainan anak asuhnya. Selain itu, Bejo juga berharap kinerja dewan juri juga wajib diperbaiki untuk memberi keputusan adil bagi kedua atlet. “Harapan kami mudah-mudahan dewan juri tidak sengaja mencederai sikap fair play yang sudah dijunjung. Selain Jember, sebenarnya beberapa kabupaten lainnya juga dirugikan kebijakan dewan juri,” harapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, Radar Jember – Kericuhan di arena cabang olahraga (cabor) pencak silat di Lumajang, Rabu (29/6) lalu, menjadi pelajaran berharga bagi kontingen silat Jember. Dalam video viral kericuhan di arena pertandingan, antara atlet silat Jember melawan Kota Surabaya, dipicu ketidakpuasan atas keputusan dewan juri. Walau ricuh, beruntung medali tetap diraih oleh pesilat Jember.

Dalam video kericuhan silat tersebut, menurut manajer silat Jember, Bejo, atletnya melakukan gerakan sesuai aturan. Yakni pukulan tetap mengenai pelindung dada. Bukan mengenai leher lawan yang menjadi protes pihak Kota Surabaya. “Menurut kami atlet Jember tidak melakukan pelanggaran ke daerah kepala atau sisi terlarang. Sudah tepat sasaran,” ungkap Bejo.

Ke depan, pihaknya tetap akan mengevaluasi permainan anak asuhnya. Selain itu, Bejo juga berharap kinerja dewan juri juga wajib diperbaiki untuk memberi keputusan adil bagi kedua atlet. “Harapan kami mudah-mudahan dewan juri tidak sengaja mencederai sikap fair play yang sudah dijunjung. Selain Jember, sebenarnya beberapa kabupaten lainnya juga dirugikan kebijakan dewan juri,” harapnya.

LUMAJANG, Radar Jember – Kericuhan di arena cabang olahraga (cabor) pencak silat di Lumajang, Rabu (29/6) lalu, menjadi pelajaran berharga bagi kontingen silat Jember. Dalam video viral kericuhan di arena pertandingan, antara atlet silat Jember melawan Kota Surabaya, dipicu ketidakpuasan atas keputusan dewan juri. Walau ricuh, beruntung medali tetap diraih oleh pesilat Jember.

Dalam video kericuhan silat tersebut, menurut manajer silat Jember, Bejo, atletnya melakukan gerakan sesuai aturan. Yakni pukulan tetap mengenai pelindung dada. Bukan mengenai leher lawan yang menjadi protes pihak Kota Surabaya. “Menurut kami atlet Jember tidak melakukan pelanggaran ke daerah kepala atau sisi terlarang. Sudah tepat sasaran,” ungkap Bejo.

Ke depan, pihaknya tetap akan mengevaluasi permainan anak asuhnya. Selain itu, Bejo juga berharap kinerja dewan juri juga wajib diperbaiki untuk memberi keputusan adil bagi kedua atlet. “Harapan kami mudah-mudahan dewan juri tidak sengaja mencederai sikap fair play yang sudah dijunjung. Selain Jember, sebenarnya beberapa kabupaten lainnya juga dirugikan kebijakan dewan juri,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/