LIVERPOOL, Radar Jember - Paddy Pimblett dikenal sebagai salah satu petarung paling populer di UFC berkat kepribadian nyentrik dan gaya bertarung tanpa kompromi.
Julukan “The Baddy” melekat kuat pada petarung asal Liverpool, Inggris, tersebut.
Karier profesional Pimblett dimulai sejak usia muda.
Ia meniti jalan panjang di berbagai organisasi MMA Eropa sebelum akhirnya mencuri perhatian lewat penampilan impresif yang membuka pintu menuju UFC.
Debutnya di UFC langsung menggebrak. Pimblett tampil agresif dan meraih kemenangan meyakinkan, membuat namanya cepat melesat sebagai bintang baru di kelas ringan.
Selain kemampuan bertarung, daya tarik Pimblett juga terletak pada karismanya di luar oktagon.
Gaya bicara lugas dan kedekatannya dengan penggemar menjadikannya sosok yang selalu dinanti setiap kali bertanding.
Dalam perjalanan kariernya, Pimblett mencatat sejumlah kemenangan penting yang mengantarkannya masuk jajaran penantang elite.
Ia dikenal memiliki kemampuan submission yang berbahaya serta keberanian bertukar serangan.
Laga melawan Justin Gaethje di UFC 324 menjadi ujian terberat dalam kariernya sejauh ini. Untuk pertama kalinya, Pimblett tampil di panggung perebutan sabuk interim UFC.
Meski harus mengakui keunggulan Gaethje, Pimblett menunjukkan mental petarung sejati dengan bertahan hingga ronde terakhir.
Kekalahan tersebut tidak serta-merta menghapus reputasinya sebagai prospek besar.
Banyak pengamat menilai laga ini justru menjadi pelajaran berharga bagi Pimblett untuk berkembang ke level berikutnya di divisi kelas ringan.
Dengan usia yang masih relatif muda dan basis penggemar yang kuat, perjalanan Paddy Pimblett di UFC diyakini masih panjang dan penuh peluang. (faq)
Editor : M. Ainul Budi